REVIEW

Clubhouse, Medsos Baru yang Populer berkat Elon Musk

Anduril   19 Feb 2021
Clubhouse, Medsos Baru yang Populer berkat Elon Musk

Aplikasi media sosial Clubhouse, ramai jadi perbincangan warganet beberapa hari ini. Popularitas aplikasi ini salah satunya karena perbincangan CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk dengan CEO Robinhood Markets, Vladimir Tenev di aplikasi Clubhouse pada akhir Januari lalu.

Belakangan, Elon Musk mengajak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bergabung dalam percakapan Clubhouse melalui akun Twitter-nya.

Sebenarnya apa sih Clubhouse itu? Bagaimana cara menggunakan aplikasi ini?

Mengenal Clubhouse

Media sosial berbasis audio

Dilansir dari The Guardian, Clubhouse merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh pengusaha Silicon Valley, Paul Davison dan mantan karyawan Google Rohan Seth.

Clubhouse adalah aplikasi jejaring sosial berbasis obrolan audio. Pengguna dapat mendengarkan percakapan, wawancara, dan diskusi dengan berbagai topik.

Aplikasi yang diluncurkan Maret 2020 ini, pada Mei 2020 telah memiliki 1.500 pengguna, dan bernilai 100 juta dollar AS. Pada kabar terakhirnya di 1 Februari 2021, Clubhouse telah memiliki 2 juta pengguna.

Setelah mengumpulkan dana baru sejak diluncurkan, Clubhouse kini bernilai 1 miliar dollar AS, dan dianggap sebagai startup Unicorn sekelas AirBnb, Uber, dan SpaceX.

Menggunakan Clubhouse

Clubhouse menciptakan tempat di mana orang dapat bertemu untuk menjadi host, mendengarkan, atau bergabung dengan percakapan dalam aplikasi komunitas.

Pengguna akan diberikan daftar room atau ruang, serta daftar yang menunjukkan siapa yang ada di setiap ruang. Seseorang dapat bergabung dengan ruang obrolan yang ada atau dapat memulai ruang mereka sendiri, mengundang orang baru dan memulai percakapan baru.

Setiap ruang memiliki moderator, pembicara, dan pendengar. Moderator mengontrol siapa yang mendapat hak istimewa berbicara. Pendengar juga dapat "mengangkat tangan" untuk berbicara.

Hanya untuk iPhone

Clubhouse saat ini hanya tersedia untuk pengguna iPhone. Meskipun demikian, pengguna tidak bisa begitu saja mengunduhnya dari App Store dan membuat akun. Untuk masuk ke dalam aplikasi pengguna harus diundang untuk bergabung dengan anggota yang sudah ada.

Pengguna harus bergabung secara langsung atau live karena percakapan tidak dapat disimpan untuk didengarkan kembali. Siapa pun yang ingin bergabung harus diundang oleh seseorang yang sudah memiliki akun.

Untuk bergabung atau join suatu percakapan, pengguna masih dapat mengunduh aplikasi dan dapat memasukkan nama mereka dalam daftar tunggu, tetapi tidak ada jaminan bahwa mereka akan mendapatkan akun.

Pengguna Clubhouse yang sudah ada harus mengirim undangan dari aplikasi mereka untuk memberi pengguna lain akses untuk membuat akun.

Jika mendapat undangan, pengguna akan melihat tautan yang dikirim ke nomor telepon yang mengarahkan ke halaman pendaftaran di aplikasi. Pengguna Clubhouse tidak bisa mengirim undangan ke siapa saja yang ingin bergabung. Pengguna yang sudah ada hanya memiliki dua undangan yang tersedia pada awalnya.

Diblokir China, dan Ancaman Blokir di Indonesia

Sebagian besar pengguna Clubhouse di China merupakan investor dan profesional di bidang teknologi. Mereka menggunakan ruang untuk berbicara tentang topik seperti demokrasi. Situs e-niaga di Cina menawarkan kesempatan kepada pengguna Clubhouse untuk membeli undangan.

Di platform seperti Xianyu dan Taobao, kode undangan dijual dengan harga antara 150 sampai 400 yuan atau sekitar 23 sampai 61 dollar AS. Namun, pada Senin 8 Februari 2021, Clubhouse dilaporkan diblokir di China.

Clubhouse sendiri terancam diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pasalnya aplikasi media sosial berbasis audio itu belum terdaftar di Kominfo.

Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat yang efektif berlaku mulai November kemarin, setiap platform media sosial, transaksi elektronik hingga komputasi awan wajib mendaftarkan diri ke Kominfo.

Jika tidak mendaftar, penyelenggara platform tersebut akan dikenai sanksi administratif berupa pemutusan akses alias diblokir. Akses akan kembali dibuka ketika platform tersebut mendaftar ke Kominfo.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top