REVIEW

Call of Duty Mobile, Perang Super Cepat di Smartphone-mu

Anduril   06 Oct 2019
Call of Duty Mobile, Perang Super Cepat di Smartphone-mu

Melihat Call of Duty berpindah ke ranah mobile itu sama seperti melihat raksasa setinggi gedung 100 lantai yang berenang di lautan. Lautan itu luas, tapi gedung setinggi 100 lantai itu sangat tinggi. Jadi bagaimanapun caranya, kamu akan tetap melihat raksasa itu meskipun kamu berada di jarak yang cukup jauh.

Seperti yang kamu ketahui, Call of Duty adalah judul FPS yang dikembangkan dari tahun 2003 oleh developer-developer yang berada di bawah Activision. Untuk versi mobilenya, Activision bekerjasama dengan Tencent yang membawa Timi Studio. Pengembang Timi Studio sendiri merupakan salah satu studio besar Tencent yang berhasil menerjemahkan PUBG ke smartphone.

Kesan pertama ketika memainkan Call of Duty Mobile datang dari grafisnya. Meskipun tidak spektakuler, tetapi grafis yang ditampilkan oleh Call of Duty Mobile tergolong di atas rata-rata. Walaupun begitu, Call of Duty Mobile akan membunuh semua HP kentang yang memiliki SoC Snapdragon 636 ke bawah. Ya, kamu tidak salah baca, Snapdragon 636 yang dirilis 2 tahun lalu, sudah tidak terlalu perkasa ketika disuruh mengangkat grafis Call of Duty Mobile.

Call of Duty Mobile tidak mengikuti timeline manapun. Itu sebabnya kamu akan menemukan berbagai peta populer yang tadinya tersebar di berbagai judul Call of Duty. Efek lain dari timeline yang tidak terlalu jelas ini membuat kamu mendapatkan kombinasi perk, scorestreaks, dan loadout yang paling seimbang.

Berbicara masalah mode, Call of Duty Mobile akan menuntun kamu di dua mode utama (setidaknya hingga review ini ditulis). Mode yang pertama adalah multiplayer biasa, sedangkan mode yang kedua adalah battle royale yang diambil dari Blackout Call of Duty Black Ops 4.

Mode yang pertama akan membuat kamu bertempur pada berbagai mode yang dulunya populer di seri Call of Duty. Kamu bisa bermain dalam mode Frontline, Deathmatch, Domination, dan Search and Destroy.

Frontline adalah mode di mana kamu selalu respawn di tempat yang sama setiap saat. Mode ini seperti membagi wilayah menjadi dua bagian yang diperuntukkan bagi tim A dan tim B. Deathmatch mirip dengan Frontline, bedanya tempat respawn kamu akan selalu berpindah. Domination mengharuskan kamu menguasai suatu poin hingga waktu permainan habis. Terakhir adalah Search and Destroy yang mengharuskan kamu mencari bom atau mempertahankan bom tersebut.

Untuk mode Battle Royale kamu akan main menggunakan format Blackout. Itu artinya akan ada Class yang bisa kamu pilih di sini. Setiap Class memiliki perlengkapannya sendiri-sendiri. Seperti misalnya Scout yang memiliki Sensor Dart untuk mendeteksi keberadaan musuh di radar, dan bisa melihat jejak kaki musuh selama beberapa detik.

Tidak lengkap rasanya membicarakan Call of Duty tanpa membicarakan scorestreaks dan perk yang ada di dalam game. Untuk urusan scorestreaks, Call of Duty Mobile masih menyertakan UAV, Hunter Killer Drone, Predator Missile, dan masih banyak lagi. Scorestreaks ini bisa diakses ketika kamu berhasil mengumpulkan kill, tanpa mati sekalipun.

Pada bagian perk, Call of Duty Mobile masih menyertakan Persistence, Vulture, Hardline, dan lain sebagainya. Perk ini akan mempengaruhi kemampuanmu di dalam game. Sebagai contoh, Persistence akan melipat gandakan kebutuhan scorestreaks, tapi sebagai gantinya scorestreaks ini tidak akan reset walaupun kamu mati.

Untuk urusan loadout, Call of Duty Mobile menyertakan berbagai senjata yang populer dari serial Call of Duty. Kamu tidak akan menemukan shotgun laser ala Call of Duty Advanced Warfare, jadi tenang saja karena semua fair and square di sini. Senjata-senjata ini bisa kamu beri attachment yang akan memperkuat salah satu status yang dimilikinya. Jadi pastikan saja kamu menggunakan attachment yang tepat untuk hasil yang optimal.

Setelah membahas semua kelebihan dan fitur Call of Duty Mobile, sekarang mari kita bahas kelemahannya. Kelemahan utama dari Call of Duty Mobile datang dari sistem server mereka yang peer to peer. Ini artinya bila ada pemain yang lag masuk ke dalam room yang kamu mainkan, kamu akan ikut merasakan lag yang cukup mengganggu. Kamu bakal maju mundur tidak karuan ketiak pemain tersebut masuk dan ikut bermain.

Selain kelemahan server tersebut, kamu juga akan mendapati kalau Call of Duty Mobile ini masih belum dipisahkan antara server emulator dan server mobile. Hasilnya kamu akan menemukan pemain yang bermain layaknya mouse dan keyboard ketika kamu bermain kasual. Hal ini tampaknya tidak terjadi di mode rank, sebab kami merasakan kemampuan yang merata ketika memainkan mode tersebut.

Call of Duty Mobile adalah game yang sangat besar. Game ini kemungkinan besar akan menggeser atau minimal membayangi berbagai game besar lain yang kerap masuk ke scene esports. Kami sangat menyukai game ini dan seharusnya game ini akan sangat dominan hingga akhirnya EA meluncurkan Battlefield Mobile.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top