REVIEW

Bus Simulator Indonesia, Cita Rasa Mengendarai Bus di Tanah Air Tercinta

Andy Chan   03 Dec 2019
Bus Simulator Indonesia, Cita Rasa Mengendarai Bus di Tanah Air Tercinta

Mendengar judul game "Bus Simulator", tentu yang terbayang adalah simulasi mengemudikan sebuah bus lintas kota. Game yang mengangkat tema simulator ini, sebenarnya sudah sangat banyak, seperti Truck Simulator dan Farm Simulator. Namun jika kalian ingin sesuatu yang bernuansa "lokal", kini kalian bisa mencoba sebuah simulator Bus yang mengambil setting di Indonesia, yaitu Bus Simulator Indonesia.

Simulasi Bus yang Realistis

Bagi kalian yang familiar dengan judul-judul Simulator kendaraan seperti ini, pasti tidak asing dengan apa yang ditawarkannya: Sebuah pengalaman mengemudikan bus secara realistik di mana hampir seluruh fitur-fitur busnya bisa diaktifkan sesuka hati. Uniknya, game persembahan Maleo ini juga mengangkat sedikit tema dari bus-bus Indonesia yang otentik seperti "Om Telolet Om" serta daerah perkotaan Indonesia.

Pengendalian Bus

Ada beberapa metode untuk mengemudikan sebuah bus dalam Bus Simulator Indonesia, yang pertama adalah menggunakan sebuah setir mobil virtual, di mana pemain harus memutar-mutar setir tersebut untuk membelokkan bus, yang kedua adalah menggunakan gyro alias motion control, miringkan ponsel pintar untuk mengemudikan bus, serta terakhir adalah menggunakan panah kiri dan kanan. Pengendalian terakhir ini yang paling disarankan karena selain lebih akurat, juga lebih mudah untuk dilakukan.

Menentukan Titik Awal dan Tujuan

Pemain bisa menentukan ingin mengendarai bus ini dari mana ke mana, dan pilihannya ada banyak, di pulau jawa saja, pemain bisa mengendarai dari dan ke lokasi-lokasi seperti Pelabuhan Merak, Jakarta, Cirebon, Semarang, Solo, hingga Surabaya. Masing-masing rute memiliki bayaran tersendiri dan tentunya jaraknya berbeda-beda.

Mengambil Penumpang

Di sepanjang perjalanan, pemain akan melihat sekelompok orang yang berdiri di pinggir jalan menunggu bus lewat. Mereka bisa diangkut dengan berhenti di samping jalan, lalu membuka pintu busnya.

Berbagai Fitur Bus Realistis

Fitur-fitur bus di dalam Bus Simulator Indonesia ternyata cukup lengkap lho! Ada wiper untuk membersihkan kaca depan ketika sedang hujan, fitur memberikan lampu sein kiri dan kanan, menyalakan dan mematikan lampu depan, menyorot menggunakan beam, menyalakan rem tangan, dan lain sebagainya. Semua itu bisa dilakukan dengan menggunakan interface tombol-tombol yang tersebar di layar secara transparan. Akibatnya, banyak tombol tersebut yang tidak jelas gambarnya, dan harus dijajal satu per satu fungsinya.

Grafis 3D yang Mendetail

Biasanya sebuah game simulasi itu memiliki grafis yang mendetail, dan hal yang sama boleh dikatakan untuk Bus Simulator Indonesia. Pemain bisa melihat bus stop di pompa bensin lokal, mengemudikan bus di cuaca yang dinamis, kadang cerah kadang hujan, dan waktu pun berjalan secara real-time dari pagi, siang, hingga malam, semuanya dengan nuansa Indonesia yang kental. Sayangnya, otentisitasnya agak kurang karena meskipun lokasinya di Indonesia, tepatnya di Jakarta, tidak ada kemacetan yang mengganggu jalannya bus.

Terlalu Banyak Iklan

Bus Simulator Indonesia memang adalah game free-to-play, namun pengembangnya sepertinya sangat kemaruk dengan porsi iklan yang disajikan. Sebelum berangkat, pemain akan disuguhi iklan terlebih dahulu, baru bisa mengendara busnya keluar dari pangkalan. Belum ditambah dengan selingan iklan ketika sedang loading map, dan lucunya, untuk bisa melewati gerbang tol, pemain bisa membayar Rp. 5.000,- atau boleh juga dengan menonton sebuah video iklan. Coba kalau gerbang tol di Jakarta boleh dilewati dengan nonton iklan saja, ya? Yang lebih parah lagi, pemain wajib online, sehingga tidak ada cara untuk menghilangkan iklan-iklan tersebut. Harus diakui, dengan menggunakan mata uang Rupiah di dalam game ini, pemain kadang menjadi bingung apakah ini mikrotransaksi atau uang in-game. Perlu dicatat bahwa game ini sama sekali tidak memiliki mikrotransaksi, semua pembayaran adalah dengan menggunakan in-game money (yang kebetulan bernama Rupiah). Akibat tidak adanya mikrotransaksi inilah iklan pun jadi ramai.

Secara gameplay, Bus Simulator Indonesia ini sebenarnya terbilang baik-baik saja. Game-nya cukup menyenangkan untuk dimainkan secara santai. Namun, begitu kalian dibombardir dengan deretan iklan yang banyak, rasanya motivasi atau pun nafsu untuk memainkan game ini pun jadi sirna sudah. Ada baiknya bagi kalian untuk melewatkan Bus Simulator Indonesia ini saja, dan tidak perlu menyentuhnya.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
xnxxhamster sexoscar pornnube xnxxhamster sexoscar pornnube
To Top