REVIEW

Black Mirror: Bandersnatch, Sebuah Film Interaktif Persembahan Netflix yang Unik

Andy Chan   12 Jan 2019
Black Mirror: Bandersnatch, Sebuah Film Interaktif Persembahan Netflix yang Unik

Ada banyak cara menonton film di ponsel pintarmu, baik itu dengan cara mengunduh film terlebih dahulu, mengkopinya ke ponsel pintarmu, baru kemudian menontonnya menggunakan App pemutar film seperti VLC atau MX Player, atau bisa juga dengan memanfaatkan App Video Streaming seperti HOOQ, iFlix, atau Netflix. Nah kali ini JurnalApps akan membahas salah satu film yang disajikan di App Video Streaming Netflix yang berjudul Black Mirror: Bandersnatch.

Sedikit mengenai Black Mirror

Serial Black Mirror bukanlah barang baru. Seri televisi berformat antologi yang dibuat oleh Charie Brooker ini sebenarnya sudah tayang sejak tahun 2011 silam. Mengambil tema teknologi dan masyarakat modern, seri ini membahas mengenai akibat-akibat mengerikan yang terjadi atas hadirnya teknologi baru. Setiap episode berdiri sendiri dan biasanya tidak terlalu berhubungan satu sama lain. Boleh dibilang, Black Mirror adalah inkarnasi terbaru dari Twilight Zone atau The Outer Limits.

Black Mirror: Bandersnatch, Episode Terbaru Black Mirror

https://www.netflix.com/id-en/title/80988062

Pada tanggal 28 Desember 2018 kemarin, satu episode khusus dari Black Mirror yang ditulis oleh Charlie Brooker dan disutradarai oleh David Slade telah dirilis dengan judul Black Mirror: Bandersnatch. Dibintangi oleh Fionn Whitehead (Dunkirk), Will Poulter (The Maze Runner), dan Craig Parkinson (Misfits), film ini mengisahkan pada tahun 1984 di mana seorang programmer muda Stefan Butler (Whitehead) mulai mempertanyakan mengenai realita ketika dia mengadaptasi novel dark fantasy Bandersnatch menjadi sebuah video game.

Sebuah Film Interaktif

Black Mirror: Bandersnatch adalah sebuah film interaktif dalam artian, penonton tidaklah pasif ketika menonton filmnya karena ada titik-titik tertentu di mana penonton bisa memilih sebuah aksi dari dua buah pilihan yang disediakan di bawah layar.

Pilihan Aksi

Aksi-aksi yang bisa dipilih oleh penonton mempengaruhi apa yang terjadi di layar. Ada pilihan yang konsekuensinya cukup kecil, misalnya pilihan lagu yang didengar oleh Stefan akan selalu terdengar sepanjang filmnya, atau pilihan apa yang akan dimakan olehnya. Namun ada juga pilihan yang akan berakibat fatal dan harus dipikir baik-baik. Ingat, waktu pilihnya hanya 10 detik saja, setelah itu film-nya akan langsung melanjutkan ke pilihan default.

Variasi Ending

Dengan banyaknya pilihan-pilihan yang harus dilakukan oleh penonton, maka akan ada banyak juga Ending dari film Black Mirror: Bandersnatch ini. Bahkan apabila salah pilih, bisa jadi filmnya akan berakhir dalam waktu singkat. Tapi jangan khawatir, karena apabila penonton berhasil mencapai sebuah ending, biasanya Black Mirror: Bandersnatch akan memberikan pilihan untuk melakukan rollback alias mundur ke sebelum pilihan penting.

Filmnya mencatat adegan apa saja yang sudah dipilih oleh penonton dan akan mempengaruhi jalan cerita ke depan. Oleh karena itu, kadang-kadang adegan yang sudah ditonton tersebut setelah dipilih ulang, bisa jadi akan berubah sedikit. Jadi jangan menekan tombol fast forward karena siapa tahu ada adegan yang berubah.

Sebuah Film Eksperimental yang Viral

Sebenarnya, film interaktif bukanlah barang baru di Netflix. Sebelumnya mereka juga sudah merilis film serupa yang berjudul Minecraft: Story Mode. Namun Black Mirror: Bandersnatch boleh dibilang adalah film live action pertama mereka yang menggunakan format interaktif. Oleh karena itu, film ini menjadi viral dan banyak dibahas oleh para netizen, baik yang mencela film ini maupun memujinya.

Sayangnya, pengulangan-pengulangan yang harus dilakukan oleh penonton agar mendapatkan cerita lebih baik inilah yang menjadi pedang bermata dua. Rata-rata penonton akan menjalankan filmnya sekali, mencoba mengulang beberapa kali, sampai akhirnya menemukan Ending yang cukup oke (dan terlihat Credits Roll), atau malah bosan sendiri dan berhenti menonton di tengah-tengah.

Meskipun begitu, secara pribadi, Black Mirror: Bandersnatch sebenarnya cukup fun untuk ditonton dan "dimainkan" sebagai sebuah "Pilih Petualanganmu Sendiri". Ada banyak pilihan yang cukup absurd untuk dicoba (meskipun terlihat jelas akan mengakibatkan filmnya tamat secara mendadak) dan mencoba mencari Ending yang paling ideal itu menarik dan membuat penasaran. Nah, apabila kalian suka dengan buku "Pilih Petulanganmu Sendiri", kalian harus menonton Black Mirror: Bandersnatch!

Tips

Sebagai pengingat, tujuan utama dari Stefan dalam film ini adalah untuk membuat game yang sedang dia kembangkan, Bandersnatch, menjadi game yang memiliki 5 bintang di review-nya. Itulah yang harus diingat oleh penonton dalam memilih keputusan sepanjang film. Nah, apabila kalian sudah menamatkan film-nya, mengulang beberapa kali, dan merasa sudah melihat semua adegan yang ada di dalamnya, kalian bisa menyimak flow chart ini untuk menemukan ending yang barangkali terlewat: https://i.redd.it/d0bpn1v1g6721.png

Selamat menonton!

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top