REVIEW

Mungkinkah Dream Town adalah Game Puzzle Membangun Kota yang Terasyik?

Andy Chan   12 Sep 2019
Mungkinkah Dream Town adalah Game Puzzle Membangun Kota yang Terasyik?

Para penggemar game puzzle Triple Town, tentunya mengetahui mengenai keterbatasan dari versi mobile free-to-play game tersebut yaitu keberadaan sistem turn. Sistem ini sangat membatasi pemain karena maksimal turn yang bisa disimpan hanyalah 150 turn saja, sementara untuk mencapai penuh 150 turns, dibutuhkan waktu 2 jam 30 menit atau 150 menit (ya, per menitnya akan memberikanmu satu turn).

Apabila pemain tidak bersedia membayar Rp. 47.800,- untuk mendapatkan unlimited turn atau membeli 200 turn menggunakan 950 koin di dalam game, sepertinya kepuasan bermain harus berakhir dengan cepat. Tidak asyik, kan? Oleh karena itu, penulis mencoba mencari sebuah game yang mirip dengan Triple Town, namun tidak memiliki batasan turn sebagai penggantinya. Ditemukanlah game berjudul Dream Town, persembahan dari Cowbeans.

Tiruan Triple Town

Dream Town adalah sebuah game puzzle di mana pemain bertugas membangun sebuah kota, persis seperti Triple Town. Cara membangun kotanya pun sama, yaitu menderetkan tiga buah benda yang sama untuk menghasilkan benda yang lebih tinggi nilainya. Permainan pun mengambil tempat di sebuah medan berukuran 6x6 kotak, di mana mereka harus menyusun obyek-obyek yan diberikan sedemikian rupa agar tidak sampai kehabisan tempat, karena kalau tempat menaruhnya sampai habis, maka terjadilah game over.

Babi Mengamuk sebagai Pengganti Beruang

Jika dalam Triple Town, pemain diganggu oleh beruang yang berkeliaran, maka dalam Dream Town, yang mengganggu adalah seekor babi ngamuk. Babi ini bentuknya tidak seperti babi, melainkan agak mirip sebuah naga gendut berwarna pink. Jebaklah babi ngamuk dengan obyek-obyek agar dia tidak bisa bergerak lagi, maka dia akan berubah menjadi batu. Batu-batu ini jika digabungkan terus menerus, nantinya akan menghasilkan peti harta.

Sistem Power Up yang Berbeda

Dream Town menggunakan sistem power up berupa obyek-obyek khusus yang bisa memanipulasi medan permainan. Ada batu sihir yang bisa menggabungkan dua buah obyek menjadi obyek lebih tinggi, ada juga misil yang bisa menghancurkan obyek di layar. Bedanya dengan Triple Town adalah tidak adanya sebuah gudang untuk menitipkan benda, serta keberadaan satu benda berbentuk palu yang bisa mereposisikan sebuah obyek yang sudah dipasang pada medan permainan.

Sistem Penghasilan per Bangunan

Untuk mendapatkan uang dalam Dream Town, pemain harus menghasilkan sebuah bangunan, paling tidak sebuah rumah. Setiap rumah atau obyek lebih tinggi di atasnya, akan menghasilkan satu buah koin setiap beberapa turn sekali. Dengan koin yang dikumpulkan inilah pemain akan bisa membeli obyek di toko. Namun rasanya, koin yang dihasilkan tidak sebanding dengan harga barang di toko, jadi boleh dibilang game ini cukup pelit dalam menghasilkan uang.

Tidak Memiliki Pesona Triple Town

Meskipun Dream Town merupakan tiruan dari Triple Town, ternyata game-nya memiliki elemen-elemen yang membuatnya berbeda dengan Triple Town lho. Ada sistem cuaca di mana kalau hujan bisa ada sambaran petir yang menghanguskan obyek, juga ada festival sihir yang menghasilkan banyak batu sihir. Namun sayangnya, game ini sama sekali tidak memiliki pesona yang dimiliki oleh Triple Town. Tidak tampak ada aktivitas penduduk dalam Dream Town, bahkan para babi ngamuk yang berkeliaran pun tidak memiliki animasi sama sekali, sehingga permainan terasa janggal dan tidak hidup.

Jumlah Iklan yang Keterlaluan

Memang Dream Town berhasil menyajikan sebuah tiruan Triple Town yang gratisan serta tidak memiliki batasan waktu. Namun sebagai gantinya, pemain harus berhadapan dengan jumlah iklan yang bertubi-tubi dilemparkan ke layar ponsel pintarnya, ditambah banner iklan di atas layar yang menghalangi antarmuka permainan. Untungnya, game ini bisa dimainkan secara offline, jadi dengan mematikan koneksi Internet, maka iklan-iklan tersebut pun akan musnah. Game ini menyediakan mikrotransaksi untuk pembelian koin, namun berhubung Dream Town cukup pelit membagikan koin, pemain seolah-olah diarahkan untuk membeli koin atau silahkan grinding yang lama.

Akhir kata, kelebihan yang dimiliki Dream Town hanyalah jumlah turn tidak terbatas saja, sementara hal-hal lainnya masih jauh berada di bawah Triple Town. Kembalilah ke Triple Town, dan apabila kalian menginginkan unlimited turn, rasanya harga Rp. 47.800,- cukup pantas untuk dibayarkan. Atau, kalian bisa menganggap pembatasan turn dalam Triple Town sebagai alat untuk mengerem kecanduan kalian, karena harus diakui, kalau Triple Town tidak memiliki batasan waktu, bisa-bisa hanya game itu sajalah yang kalian mainkan sepanjang hari.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top