NEWS

Bikin Dunia Ingin Menangis, Apakah WannaCry juga Serang Smartphone?

en19ma   16 May 2017
Bikin Dunia Ingin Menangis, Apakah WannaCry juga Serang Smartphone?

Sesuai dengan nama yang disandangnya, ransomware WannaCry telah membuat nyaris 100 negara di dunia ingin menangis. Bagaimana tidak? Hanya dalam hitungan dua hari saja, malware ganas ini telah menyebarkan dirinya dengan cepat ke hampir semua lini bisnis yang ada di puluhan negara, termasuk Indonesia sebagai salah satunya.

Serangan ini menggunakan teknik ransomware –sejenis malware (malicious software)– yang berkembang dengan cepat. Data-data dalam komputer yang terkena WannaCry akan terkunci atau diblokir oleh sebuah program jahat yang bakal meminta korban untuk membayarkan tebusan sebesar US$ 300, dalam bentuk mata uang virtual Bitcoin.

Jika penguncian atau pemblokiran tersebut ingin dibuka, maka korban harus membayar uang tebusan tadi. Namun, usai membayar uang tebusan, belum mengartikan bahwa data-data yang 'disandera' akan langsung bisa Anda dapatkan kembali.

Meski serangan cyber tersebut diketahui lebih sering ditargetkan ke arah perusahaan atau pun instansi besar, tidaklah terutup kemungkinannya bagi ransomware itu dapat menyerang secara individu ke rumah-rumah.

Lalu, apakah WannaCry juga akan menyerang smartphone? Selaku Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara mengatakan bahwa WannaCry untuk sementara ini belum menyerang smartphone, dan hanya menargetkan komputer yang menjalankan Windows 10 yang belum di-update dan versi ke bawah atau sebelumnya.

"Malware ini tidak menyerang smartphone, yang saat ini terdampak serangan adalah komputer dengan sistem operasi Windows 10 dan versi ke bawah atau sebelumnya," ujar pria yang akrab disapa Chief RA itu kepada awak media saat menggelar konferensi pers Antisipasi Ancaman Ransomware WannaCry di Jakarta, Minggu (14/5/2017).

Namun, apabila sang pengguna rajin untuk meng-update sistem operasi Windows di komputer miliknya, maka ransomware kemungkinan tidak akan menyerang.

Rudiantara menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar jangan panik dalam menghadapi situasi serangan ransomware WannaCry yang saat ini tengah menghebohkan dunia.


Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika RI

"Masyarakat tidak usah panik. Pemerintah sejak Sabtu kemarin sudah memonitor dan berkoordinasi dengan tim internasional untuk mengantisipasi hal ini (ransomware WannaCry)," kata Rudiantara.

Menurut pantauan tim Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) sejak Sabtu (13/5/2017) hingga Minggu (14/5/2017), negara yang terkena dampak paling besar dari ramsomware WannaCry adalah Inggris.

Sebelumnya, Semuel A. Pangerapan selaku Direktur Jenderal Aplikasi Informatika mengatakan bahwa serangan cyber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya yang sangat penting), sehingga serangan ini bisa dikategorikan sebagai teroris cyber.

Berdasarkan laporan yang diterima oleh Kemkominfo, serangan di Indonesia telah ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais. Akibat serangan tersebut, kedua rumah sakit tersebut untuk sementara waktu mesti menjalankan sistem pelayanan masing-masing secara manual.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top