NEWS

Besok, Deadline dari Kemenkominfo sebelum Facebook Diblokir

en19ma   11 Apr 2018
Besok, Deadline dari Kemenkominfo sebelum Facebook Diblokir

Dilansir dari CNN Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara telah "membuka" kemungkinan untuk memberlakukan pemberhentian sementara terhadap Facebook. Hal ini dilakukan terkait dengan adanya laporan terbaru mengenai nasib atas data satu juta pengguna Indonesia yang terbocorkan dari Facebook nyatanya tak kunjung diterima. Waktu tunggunya dikatakan hingga esok hari, tanggal 12 April 2018.

"Penghentian operasi sementara, saya punya hak untuk itu," ujar Rudiantara, yang ditemui di bilangan Kuningan (Jakarta Selatan) per kemarin, tanggal 10 April 2018.

Di kesempatan yang sama, Rudiantara juga mengeluhkan aplikasi kuis dari pihak ketiga di Facebook yang ternyata masih bisa ditemukannya. Padahal dalam pertemuannya dengan perwakilan Facebook pada Jumat lalu, tanggal 6 April 2018, penghapusan aplikasi kuis dari pihak ketiga tersebut menjadi permintaan utama dari Rudiantara.

"Ternyata, saya hari ini dapat lagi, aplikasi seperti (yang dipakai) Cambridge Analytica itu," keluhnya.

Facebook Social AndroidiOS Free Download Download

Usai pertemuan dengan Rudiantara tempo hari, Facebook berjanji untuk mengabari pemerintah secara berkala terkait nasib data pengguna media sosial tersebut di Indonesia. Beberapa poin dari yang mereka janjikan adalah menghapus aplikasi dari pihak ketiga dan menemukan tujuan dari penggunaan data-data yang terbocorkan tadi.

Sebelumnya, Henri Subiakto selaku staf ahli Menkominfo mengatakan tak tertutup adanya kemungkinan bahwa data dari pengguna Facebook di Indonesia yang terbocorkan tadi juga telah dimanfaatkan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Facebook sendiri telah menghadiri rapat dengar pendapat umum dengan Komisi I DPR RI dengan agenda menjelaskan kejadian terbocorkannya sejumlah lebih dari satu juta data pengguna Facebook asal Indonesia yang digelar Senin siang, tanggal 10 April 2018.

Indonesia menempati urutan ketiga dalam daftar yang paling terdampak dari kebocoran data yang melibatkan Cambridge Analytica setelah Amerika Serikat dan Filipina. Total data yang diduga terbocorkan ke lembaga analitik itu disebut mencapai sebanyak 87 juta akun.

Artikel Terkait
KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top