REVIEW

Bertema Sci-Fi, Dead Shell adalah Dungeon "Crawler" yang Unik

Andy Chan   31 Jan 2017
Bertema Sci-Fi, Dead Shell adalah Dungeon "Crawler" yang Unik

Plutonia, sebuah koloni di planet terpencil kelas-4 yang mematikan, telah dikuasai oleh berbagai macam monster demonic. Apa yang dilakukan oleh Federation untuk mengatasi masalah ini? Mudah saja, kirimkan sepasukan relawan yang bersenjata lengkap untuk membersihkan koloni tersebut, level per level. Pemain bakal ditugaskan sebagai "manager" bagi para relawan ini, mengirimkan mereka ke kedalaman neraka, dan menunjukkan kepada para monster demonic tadi: Siapa boss sebenarnya di sini.

Dead Shell merupakan sebuah dungeon crawler sederhana yang dibuat oleh HeroCraft Ltd. Game ini dibuat menyerupai genre Roguelike, namun boleh dibilang unsur roguelike-nya sebenarnya hampir tidak ada. Tidak ada sistem inventory management, juga tidak ada penjelajahan yang mematikan. Mungkin yang menyerupai sistem roguelike di sini hanyalah peluru bisa habis. Dan, setiap kali menemui kematian, pemain harus mengulang levelnya.

Mengapa Dead Shell disebut sebagai dungeon "crawler"? Karena, game ini sebenarnya bukanlah murni dungeon crawler seperti biasanya. Ini lebih pantas disebut sebagai dungeon toucher. Cara menjelajah dungeon-nya berbeda dengan yang lain, karena view-nya dilihat dari atas, dan pemain membuka dungeon dengan cara menyentuh ruang yang sudah terbuka. Tujuan akhir pemain adalah mencari pintu ke level berikutnya sampai pada akhirnya berhasil membersihkan seluruh koloni dari para monster.

Di setiap ruangan, terkadang ada monster, terkadang pula ada item. Bisa juga, ada bangkai monster atau pun malah kosong. Jika pemain menyentuh monster, maka layar pun akan berubah menjadi battle mode. Di layar, akan ditampilkan para monster dan HP mereka. Pemain tinggal menyentuh panel dari monster tersebut untuk melakukan penyerangan. Setiap membasmi monster, mereka sesekali akan menjatuhkan loot, baik itu credits, stimulan mau pun berbagai macam item lainnya. Berhati-hatilah dengan peluru, karena hanya disediakan dalam jumlah terbatas saja. Apabila peluru habis, maka pemain harus menggunakan senjata jarak dekat, yang biasanya tidak seampuh senjata utama.

Berhubung eksplorasi dungeon dilakukan secara sentuh-menyentuh dan view-nya dilihat dari sisi atas, maka akan ada kejadian unik dimana ada ruangan yang dijaga oleh monster, namun pemain hanya perlu menyentuh item di belakang mereka untuk mengambilnya. Tidak perlu repot-repot untuk membasmi monsternya. Bahkan, kalau pemain melihat pintu keluar, tidak perlu repot-repot pula untuk membasmi para monster sama sekali, dan bisa langsung meninggalkan level tersebut begitu saja. Yang pasti, para perfeksionis akan berusaha membersihkan level terlebih dahulu sebelum pergi ke pintu keluar, namun opsi untuk kabur tetap diberikan untuk kemudahan pemain.

Pemain diberikan barak berisikan maksimal 6 orang relawan, dan mereka dikirimkan satu per satu ke dalam koloni tersebut untuk membasmi monster. Relawan akan hadir setiap beberapa waktu sekali, menjadikan hitungan 6 orang tersebut sebagai sistem stamina. Apabila relawan berhasil menyelesaikan level atau pun mati di dalam level tersebut, maka mereka akan menghilang untuk beberapa waktu (entah mereka dianggap istirahat, mati, atau sudah bebas tugas dan boleh pulang ke rumah) sampai ada relawan baru yang menggantikannya.

Tersedia delapan macam class relawan. Mulai dari Commando, Mercenary, Assault Trooper, Medic, Scout hingga beberapa macam lainnya yang bisa didapatkan secara acak dari gift box, yang bisa didapatkan setelah kita menyelesaikan sebuah level. Kedelapan karakter ini bisa kita upgrade kemampuannya dengan cara membayar credits. Menjadikan mereka lebih kuat dan lebih tangguh dalam menyelesaikan level.

Para mercenary juga memiliki fitur skill yang unik, seperti Assault Trooper yang memiliki kemampuan Burst of Fire untuk menyerang seluruh musuh di ruangan, Medic yang memiliki skill Healing, dan Commando dengan skill Paralyzing Grenade. Pemain juga bisa mengganti senjata mereka sesuai selera, baik menggunakan handgun, assault rifle, atau pun senjata-senjata lainnya.

Dead Shell juga menyediakan Quest untuk diselesaikan pemain, seperti menggunakan skill para mercenary sejumlah beberapa kali, bunuh sejumlah monster, atau lainnya lagi. Selain itu, ada Shuttle Cargo juga yang bisa dikirimkan untuk pergi mencari barang dan akan kembali setelah durasi waktu tertentu telah terlewati.

Pada intinya, Dead Shell ini merupakan dungeon crawler yang unik dengan setting science fiction ala Alien atau Doom. Game-nya sendiri hadir secara free-to-play dengan iklan yang sesekali tampil. Namun, berhubung koneksi online tidak dibutuhkan, Anda tinggal mematikan Internet saja agar iklan tidak terlihat sama sekali. Game mobile ringan ini meski pun tidak bisa dibilang sebagai dungeon crawler roguelike yang 'serius.' tapi cukup pantas untuk dimainkan sebagai teman waktu luang. Ambil Dead Shell di Google Play Store dan Apple App Store.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top