NEWS

Berikan Kesempatan bagi Gamer di Arena eSport, BIGO Luncurkan Cube TV

Conny   23 May 2018
Berikan Kesempatan bagi Gamer di Arena eSport, BIGO Luncurkan Cube TV

Sebagai perusahaan induk dari BIGO LIVE –yang merupakan aplikasi live-streaming yang berbasis di Singapura– BIGO baru saja mengumumkan peluncuran Cube TV di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (21/5). Cube TV sebagai strategi ekspansi dari mereka merupakan sebuah aplikasi baru yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan meberikan kesempatan bagi para gamer di Indonesia untuk menjadi Pro (di industri gaming) dalam bentuk mobile game live streaming, arena eSports, dan sebuah pusat perbelanjaan game. Peluncuran ini dilaksanakan pada saat BIGO menggelar buka puasa bersama dengan komunitas lokal dalam rangka merayakan Ramadhan untuk menghargai perbedaan budaya. Pada acara bertajuk BIGO Special Night, aplikasi ini diakui akan diluncurkan di Asia Tenggara, dan selanjutnya ke seluruh dunia dalam beberapa fase.

Cube TV sendiri menawarkan teknologi canggih yang memungkinkan real-time video streaming berkualitas tinggi dengan latensi yang sangat singkat. Cube TV juga memungkinkan para penggunanya untuk menonton live-stream dan video dalam kualitas Blue-Ray. Kualitas 8M Blue Ray dan 20M Full HD untuk video dan live-streaming juga akan segera tersedia di aplikasi tersebut.


Aswin Atonie, Kepala Pemasaran Global Cube TV

“Ide di balik aplikasi ini adalah untuk menciptakan sebuah lingkungan gaming yang dinamis dimana kami menyediakan kesempatan bagi para pengguna kami untuk berinteraksi dan mengadu kehebatan mereka di arena permainan. Selain itu, aplikasi ini juga akan memungkinkan mereka untuk memperluas lingkaran pertemanan serta bertukar pikiran dengan para pengguna yang lain. Fitur pusat perbelanjaan akan memuaskan kebutuhan para gamer yang mencari produk game dan bahkan memungkinkan mereka untuk mendapatkan penghasilan,” ungkap Aswin Atonie, Kepala Pemasaran Global Cube TV.

Dalam jangka panjang, Cube TV berharap untuk dapat berkontribusi pada acara-acara eSports dan memupuk peluang bagi para gamer di Asia untuk berinteraksi dan beradu dalam lingkungan sosial yang sehat dan menyenangkan, bahkan untuk membangun karir profesional dalam industri gaming juga. “Di Indonesia, kami telah merekrut beberapa gamer profesional, seperti Michael Souw, Afif, dan Rahmad. Kami berharap untuk melihat lebih banyak Pro bergabung dengan kami,” lanjutnya.


Diapit 5 Gamer Profesional Indonesia, Aswin Atonie, Kepala Pemasaran Global Cube TV; Caya Yan selaku Direktur Operasional Mobile Legends; dan Li Shuang, Head of Operation CUBE TV, Resmi Meluncurkan Cube TV

Di lain pihak, Caya Yan selaku Direktur Operasional Mobile Legends –salah satu game seluler online terbesar di dunia– yang turut hadir dalam acara peluncuran tersebut juga menyatakan bahwa BIGO merupakan salah satu mitra kerja sama mereka yang paling penting. “Kami sangat senang dapat bermitra dengan Cube TV, bahkan sebagai salah satu mitra strategis pertama mereka. Sejauh ini, kami telah berkolaborasi dalam banyak hal, dan kami berharap untuk dapat berkolaborasi dengan Cube TV dalam mengadakan pertandingan-pertandingan eSport serta promosi hadiah. Mobile Legends akan meningkatkan fokus dan sumber dayanya untuk mendorong pasar gaming Indonesia dan terus menjalin kerjasama yang lebih erat dengan Cube TV untuk mendatangkan lebih banyak keuntungan bagi kedua perusahaan.”

Selaku Vice President BIGO, James Wang menyatakan, “BIGO LIVE telah berkembang pesat dan memiliki lebih dari 200 juta pengguna di lebih dari 100 negara, termasuk Jepang, India, dan Amerika Serikat. Bisnis ini telah meraup pendapatan sebesar USD300 juta pada tahun 2017 dan sudah menguntungkan. Ini terjadi karena BIGO LIVE hanya membutuhkan 2-5% pengguna berbayar untuk mencapai titik impas (break even point) dan mendukung pengembangan lebih lanjut. Dengan bangga, saya mengumumkan bahwa Cube TV adalah produk terbaru kami dalam melakukan ekspansi lebih jauh dan memenuhi kebutuhan para pengguna kami.”

Menurut James Wang, penyediaan konten yang membuat para pengguna rela untuk membeli adalah sebuah model bisnis live-streaming yang paling berkelanjutan. Ia dan timnya bertujuan untuk terus mengembangkan bisnis baru ini dengan tujuan yang ambisius.

“Cube TV telah memiliki lebih dari 2 juta pengguna aktif setiap bulan sebelum peluncuran resminya di wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Rusia. Kami juga sedang bertujuan untuk mempertajam kerja sama strategis dalam membentuk industri internet bagi seluruh dunia melalui keahlian kami dalam teknologi Artificial Intelligent (AI). Menyediakan lingkungan yang aman dan sehat bagi semua pengguna akan terus menjadi prioritas kami,” pungkas James Wang.


Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aptika Kemkominfo RI; dan Kelly, BIGO Group & BIGO LIVE Country Manager

Turut hadir dalam acara peluncuran tersebut, Teguh Arifiyadi selaku Kasubdit Penyidikan dan Penindakan Kemkominfo RI menyatakan, “Kami telah melihat upaya BIGO LIVE, perusahaan berbasis Singapore, di Indonesia. BIGO telah menjadi teladan yang sangat baik di industri live-streaming Indonesia dan melalui kunjungan kami ke kantor mereka, BIGO telah membantu kami dalam menentukan standar peraturan praktik live-streaming.”

Seperti yang banyak diketahui, BIGO LIVE sempat diblokir oleh pemerintah melalui Kemkominfo di penghujung tahun 2016 lantaran banyak konten dari pengguna yang berbau pornografi. Boleh dibilang, sikap dari BIGO sejak layanannya diblokir kala itu memang responsif dan cekatan. Mereka langsung berbenah diri agar layanannya kembali dibuka oleh Kemkominfo. Selain membuka kantor di Indonesia, BIGO LIVE juga mengembangkan teknologi khusus penangkal konten pornografi yang berbasis AI tadi.

Menyoal hal itu, Semuel Abrijani Pangerapan selaku Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo RI menuturkan bahwa pihak pemerintah saat ini juga tengah menjalin kerjasama tersendiri dengan BIGO dalam hal memberantas konten negatif. “Ketika kami ke China, BIGO menunjukkan bagaimana teknologi mereka mampu memberantas konten negatif dengan sangat cepat dan tepat,” ucapnya. Lebih lanjutnya, menurut Semuel Abrijani Pangerapan, pemerintah akan memanfaatkan teknologi filtering (penyaringan) yang telah diterapkan oleh BIGO tersebut ke dalam pengaplikasian yang bakal mereka lakukan ke depannya.


Chang Chen, Global Marketing Head BIGO

Pihak BIGO yang diwakili oleh oleh Chang Chen selaku Global Marketing Head BIGO pun mengatakan, “Indonesia merupakan negara dengan banyak budaya. Ketertarikan saya kepada Indonesia membuat BIGO harus tetap ada di sini.” Menurutnya, BIGO tidak hanya akan menuruti dan mentaati segala peraturan yang diterapkan pemerintah, namun juga berbagi teknologi untuk membantu pemerintah dalam memberantas konten negatif yang ada di Indonesia. “Dengan teknologi yang kami miliki, yang berakurasi tinggi dan berkinerja cepat, kami hendak membaginya kepada pemerintah Indonesia,” tuturnya.

Seperti mengamini, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, “Kami berharap, dengan penggunaan teknologi yang dimiliki BIGO, gerakan Internet Sehat akan terwujud secara penuh.” Teguh Arifiyadi juga menyatakan bahwa BIGO selalu proaktif dan siap untuk memberikan bantuan. “Mereka juga sangat berkomitmen dalam mendukung program Internet Positif untuk memerangi kejahatan dunia maya,” ujarnya.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top