NEWS

BEKRAF Game Prime 2018: Lebaran bagi Para Penikmat Game di Tanah Air

Conny   11 Jul 2018
BEKRAF Game Prime 2018: Lebaran bagi Para Penikmat Game di Tanah Air

Hajatan insan game terbesar di Indonesia, BEKRAF Game Prime kembali dihelat. Mulai dari developer, publisher, investor hingga consumer akan bergabung dalam event industri game terbesar di Indonesia, yang juga disebut-sebut sebagai salah satu event industri game papan atas di kawasan Asia Tenggara ini.

Untuk tahun 2018 ini, acara yang diprakarsai BEKRAF, IDEA Network, dan Asosiasi Game Indonesia tersebut diharapkan bisa melebihi pencapaian tahun lalu yang mencatatkan sejarah baru di industri game Indonesia. Begitulah, digelar tiga hari berturut-turut (satu hari Business Day dan dua hari Public Day), BEKRAF Game Prime 2017 berhasil menyedot animo lebih dari 13.000 pengunjung dari seluruh Indonesia.

Pertama kali digelar secara tahunan sejak tahun 2016, BEKRAF Game Prime 2018 ditargetkan mampu mengundang sekira 13.000 hingga 15.000 pengunjung. Perhelatan ini pun kembali bakal digelar selama tiga hari, yakni Business Day pada tanggal 13 Juli 2018 bertempat di Hotel Ayana Midplaza (Jakarta) dan Public Day selama dua hari (tanggal 14 dan 15 Juli 2018) bertempat di Balai Kartini, Jakarta.


Selliane Halia Ishak, Plt Sestama Badan Ekonomi Kreatif

“Tugas Badan Ekonomi Kreatif sebenarnya adalah membangun ekosistem ekonomi kreatif. Game adalah salah satu subsektor ekonomi kreatif yang menjadi prioritas saat ini. Selain itu, game bukan hanya sekadar entertainment, melainkan bisa menjadi alat edukasi, periklanan bahkan bisa membantu pengembangan subsektor ekonomi kreatif lainnya,” tutur Selliane Halia Ishak, Plt Sestama Badan Ekonomi Kreatif.

Seperti tahun 2017, event yang akan dilaksanakan mulai tanggal 13 sampai 15 Juli 2018 ini dibagi dalam dua konsep, yakni Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C). Business Day akan mengawali perhelatan BEKRAF Game Prime 2018 pada tanggal 13 Juli 2018 dengan konsep seminar yang menghadirkan para stakeholders industri game Tanah Air.

Sejumlah tokoh, pakar, dan developer game top mengisi line up sesi B2B ini di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta. Seperti Wan Hazmer (Founder Metronomik) yang sebelumnya merupakan Lead Game Designer dari Final Fantasy XV, juga ada Elizabeth Galuh, salah satu Project Manager dari Streamline Games Malaysia yang sebelumnya ikut terliibat di pengembangan Street Fighter V dan Marvel vs Capcom Infinite. Dari sesi tersebut, para developer lokal diharapkan bisa menambah skill dan wawasannya agar produk game-nya bisa bersaing di level global.

Pada hari kedua dan ketiga, tanggal 14 sampai 15 Juli 2018,  adalah hari “bermain” alias Business to Consumer yang akan digelar di Balai Kartini (Jakarta) dengan konsep pameran yang menghadirkan aneka jenis game. Mulai dari board game (sejenis monopoli, ular tangga) hingga game yang disebut-sebut sebagai permainan masa depan, yaitu game Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). Selebihnya, sesi ini dijadikan sarana oleh developer lokal untuk memamerkan hasil karyanya kepada pengunjung sambil berharap dilirik oleh publisher atau pun investor lokal mau pun mancanegara.

“Tujuan mengadakan ini (pameran, red) memang ingin mempertontonkan kepada masyarakat di Indonesia bawha banyak pembuat-pembuat game lokal termasuk startup-startup lokal yang memang mempunyai kualitas yang sudah layak kita pertontonkan,” ujarnya lagi.


Narenda Wicaksono, Presiden Asosiasi Game Indonesia

Selaku Presiden Asosiasi Game Indonesia, Narenda Wicaksono mengatakan bahwa Gelaran BEKRAF Game Prime 2018 diharapkan dapat menjadi ajang berkumpulnya semua orang yang terlibat dalam industri game. "Ini merupakan wahana agar bisa mengekspos produk-produk game lokal untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas," katanya.

Seperti mengamini, Ricky Setiawan selaku CEO IDEA Network menambahkan, bahwa BEKRAF Game Prime juga dapat berperan sebagai "Lebaran" bagi para penikmat game. Selain menjadi ajang mempererat hubungan antar developer game, acara ini juga dapat berlaku menjadi ajang "test drive" bagi game yang sedang dikembangkan, karena dapat berinteraksi langsung dengan pengunjung yang mencoba game sekaligus mendapat masukan agar game tersebut dapat dikembangkan dengan lebih baik lagi.

"Dapat menginspirasi remaja atau game developer wannabe diharapkan agar mendorong belajar lebih jauh dan mengisi talent pool industri game di Indonesia," tambah Ricky Setiawan lagi. "Juga, menginspirasi para orang tua, yang pada masanya game hanya menjadi konsumsi, bahwa industri game di Indonesia saat ini sudah sedemikian maju."


Ricky Setiawan, CEO IDEA Network

Selain game lokal, beberapa game eSports dari mancanegara juga dipamerkan dalam gelaran ini, di antaranya adalah Mobile Legends dan Pro Evolution Soccer. Hal ini menurut Ricky Setiawan untuk membuka mata para partisipan lokal mau pun mancanegara akan tren di Indonesia. Meski demikian, ia menekankan bahwa gelaran tersebut akan didominasi oleh pengembang game lokal. "Jumlah yang dipamerkan, game developer lokal [sebanyak] 70 sampai 80 booth [dari] total 100 booth," ujarnya.

BEKRAF Game Prime 2018 juga akan menganugerahkan penghargaan kepada para developer berprestasi dalam berbagai kategori yang telah masuk tahap seleksi sebagai bentuk apresiasi atas usahanya memajukan industri game Indonesia.

Tiket BEKRAF Game Prime bisa didapatkan secara gratis melalui tautan http://bit.ly/GamePrime18 (untuk Business Day) serta http://bit.ly/bgp2018 (untuk Public Day). Informasi lebih lanjut mengenai BEKRAF Game Prime 2018 ini bisa dilihat di http://www.gameprime.org.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top