NEWS

Bareng Baywalk Mall, AGe Network Gelar Baywalk Game Festival

en19ma   06 Nov 2018
Bareng Baywalk Mall, AGe Network Gelar Baywalk Game Festival

Dari talkshow yang turut ditampilkan di dalamnya, disimpulkan bahwa Indonesia harus mulai berbenah diri untuk mengembangkan industri eSports lokal, dan masuk ke industri game & eSports sebagai produser.

AGe Network bekerjasama dengan Baywalk Mall sukses menggelar acara yang diberi tajuk Baywalk Game Festival (BGF), yang berjalan dari tanggal 1 hingga 4 November 2018.  BGF mengadakan kompetisi game yang berhadiah belasan juta rupiah dan talkshow yang bertujuan untuk mengedukasi penonton mengenai dunia eSports dari sisi yang hampir tidak diketahui oleh banyak orang.

Acara BGF ini menampilkan game PlayerUnknown's BattleGround Mobile (PUBGM) dan Pro Evolution Soccer 2019 (PES 2019) sebagai kompetisi utamanya, dengan Shellfire sebagai game mobile eSports yang baru saja dirilis dan dipamerkan dalam booth resmi vendor Dunia Games & Indofun. Total peserta untuk babak final PUBGM adalah 16 tim (dengan masing-masing timnya terdiri atas 4-5 orang), sementara total peserta untuk babak final PES 2019 berjumlah 108 orang. Tak hanya di kompetisi saja, pengunjung juga diperkenankan untuk mencoba beberapa permainan di sekitar area BGF, dan para penonton yang datang terlihat cukup antusias dengan permainan-permainan yang ada.

Pada kompetisi PUBGM, tim Gado-Gado Esports keluar sebagai juara pertama disusul dengan tim Elite8 sebagai runner-up dan tim Keris Gaming sebagai juara ketiga. Sementara itu, kompetisi PES 2019 di BGF ditutup dengan kemenangan Fiqri Rahardian (DomNoLimit Aliban) sebagai juara satu. Sedangkan, posisi juara kedua dan ketiga diraih oleh Yozz Tama dan Aliaz Rizal. Atas kemenangannya, Fiqri akan bergabung dalam laga final LIGA1PES Indonesia tingkat Nasional yang bakal segera digelar dalam beberapa waktu yang akan datang.

Turnamen PUBGM yang diadakan di BGF sukses menarik perhatian para penggemar PUBGM, tak hanya dari wilayah Jakarta Utara saja, namun juga dari daerah luar DKI Jakarta. Pertandingan ini menggunakan sistem last-man-standing, dimana yang mampu untuk bertahan hidup paling akhir yang mendapatkan poin tertinggi.

Beralih ke kompetisi PES 2019, turnamen ini bisa dibilang sebagai kompetisi yang sangat ditunggu-tunggu oleh para fans berat dari PES 2019. Seperti halnya PUBGM, gaung kompetisi PES ini menarik perhatian, tidak hanya pemain dari wilayah Jakarta Utara, namun juga mereka yang berasal dari luar DKI Jakarta. Selain dikarenakan hadiah yang berupa uang tunai, salah satu hadiah utama yang diperebutkan dalam kompetisi yang juga digelar sebagai turnamen pra-musim LIGA1PES ini adalah tiket menuju laga final kompetisi LIGA1PES nasional, dan kemudian internasional di Bangkok (Thailand) pada tahun 2019 nanti.

Di tengah-tengah hiruk pikuknya kompetisi yang meriah itu, BGF juga menampilkan acara talkshow yang menghadirkan narasumber-narasumber yang berpengaruh terhadap perkembangan eSports mau pun game di Tanah Air. Mereka adalah Glen a.k.a DG Kurus (Manager dan Pro Player tim AoV DG Esports), Titan Tjahjono (Head of Production Game Mobile Shellfire), Diana Paskarina (COO & Co-Founder Anantarupa Studios), Setia Widianto dan Rizky Faidan (Atlet-atlet eSports PES), Valentinus Sanusi (Founder Liga1PES), dan Herry Sudharma (eSports Caster).


Ki-ka: Herry Sudharma, Valentinus Sanusi, Rizky Faidan, Setia Widianto, Diana Paskarina, Titan Tjahjono, Glen a.k.a DG Kurus

Khusus untuk sesi talkshow yang melibatkan Glen, Titan, dan Diana, terdapat sesuatu yang menarik dalam perbincangan mereka terkait tantangan dalam mengembangkan industri eSports dan game di Indonesia. Diungkapkan oleh Glen bahwa manajemen personil serta kemampuan sosial yang memadai bakal dibutuhkan oleh seorang atlet esports yang berkeinginan untuk menjadi manajer dan memastikan kondisi tim dalam keadaan yang sehat, baik secara fisik mau pun finansial. Selain itu, sebagai manajer, orang yang bersangkutan harus bisa menjembatani kebutuhan player ke manajemen, begitu juga dengan target manajemen kepada player. Tim DG Esports asuhannya kebetulan sedang melakukan perekrutan tim-tim eSports yang berpotensi supaya bisa berkembang lebih jauh lagi dalam wadah tim DG Esports.

Sedangkan, diungkapkan oleh Titan dan Diana bahwa terbatasnya pembelajaran mengenai produksi game di Tanah Air membuat peluang industri di bidang ini untuk bersaing dengan negara-negara lain menjadi cukup sulit sehingga diharapkan adanya pengembangan minat dan bakat yang lebih lanjut di bidang ini bagi generasi-generasi muda.

Lebih lengkapnya, Diana menjelaskan, “Di Indonesia, kualitas pendidikannya belum cukup qualified untuk mengirimkan SDM [untuk] masuk ke [dalam] industri game. Selain itu, juga minim pengetahuan dan pengalaman, hingga terpaksa harus mendatangkan SDM dari luar negeri. Salah satunya, kami mendatangkan dari Korea.” Apalagi menurutnya, game apa pun pada saat ini dalam persaingannya sudah mencapai tingkat global, jadi dari segi kualitas harus juga layak untuk diterbitkan ke pasar global. Anantarupa Studios sendiri pernah membuat game simpel dengan durasi 1 bulan hingga game yang lebih kompleks yang bakal memakan waktu hingga tahunan. “Semua itu tergantung [pada] budget dan tingkat kompleksitas [dari] game yang mau dibuat,” tambahnya. "Saat ini, kami sedang mengembangkan game dengan genre MOBA, dan [Anantarupa Studios] adalah satu-satunya developer lokal [asal] Indonesia bahkan Asia Tenggara yang sedang membuat game MOBA yang tingkat kesulitannya sangat besar."

Tak beda dengan yang lainnya, Herry Sudharma sebagai salah satu pelaku eSports yang pada saat ini menekuni dunia Caster menilai bahwa eSports di Indonesia cukup potensial jika bisa dikembangkan dengan serius. Selain itu, industri caster atau komentator di dunia game sama halnya seperti komentator olahraga sepakbola, dimana mereka bakal ditantang untuk membawakan aura pertandingan agar selalu menarik, terutama untuk para penonton. Sebagai talent, Herry pun mengisahkan tentang bagaimana dirinya melihat talent dari luar negeri sebagai inspirasinya.

Selain itu, Valentinus dari Founder AGe Liga1PES menambahkan bahwa industri eSports dalam game PES sendiri pada saat ini sudah mulai dilirik oleh klub-klub sepakbola internasional, seperti AS Monaco dan Schalke, apalagi dengan masuknya PES ke gelaran olahraga Asian Games 2018 lalu. Kompetisi eSports untuk PES di Indonesia pada tingkat nasional hingga internasional pun gaungnya semakin membesar. Hal itu diamini juga oleh Setia Widianto dan Rizky Faidan selaku atlet-atlet PES.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top