TIPS TRIK

Bagaimana Team TI Organisasi di Asia Tenggara Bergerak Laju dalam Adaptasi di Era Krisis?

en19ma   10 Aug 2020
Bagaimana Team TI Organisasi di Asia Tenggara Bergerak Laju dalam Adaptasi di Era Krisis?

Didorong oleh inovasi digital dan inisiatif diferensiasi, tingkat permintaan pengembangan aplikasi tetap tinggi seperti yang tercatat di tahun 2019 lalu. Terfokus pada organisasi / korporasi skala besar yang memiliki karyawan 500 orang atau lebih, laporan terbaru dari OutSystems, The Speed of Change: How Fast Are You?, secara global menemukan lebih dari 65% korporasi yang memiliki 10 aplikasi atau lebih, yang rencananya akan diluncurkan pada tahun 2020 ini; dan sebanyak 39% organisasi yang memiliki 25 aplikasi atau lebih untuk dijadwalkan selesai di tahun ini juga.

Dalam laporan tahunan (yang ke-7) terbaru ini, OutSystems membahas tentang kemampuan korporasi dalam beradaptasi menghadapi perubahan, yang merupakan hasil analisa atas State of Application Development Survey di bulan Februari dan Maret 2020 lalu terhadap sebanyak 2,200 pekerja TI profesional dan pemimpin senior bidang TI. Laporan ini memberikan wawasan mengenai korporasi mana yang paling cepat beradaptasi dengan perubahan seiring dengan perkembangan era digitalisasi.

Krisis akibat pandemi dan dampak dari lockdown telah menimbulkan guncangan yang besar bagi ekonomi dan masyarakat global sehari-hari. Masa depan organisasi pada saat ini berada pada kemampuan mereka untuk beradaptasi. Pasalnya, perubahan sedang terjadi di setiap jenis korporasi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Korporasi TI di Asia Tenggara diketahui memiliki ambisi yang lebih besar, sebanyak 41% responden memiliki 25 aplikasi atau lebih yang dijadwalkan untuk diluncurkan di tahun 2020. 20% dari responden lainnya mengatakan bahwa mereka berencana untuk menyelesaikan 100 aplikasi atau lebih selama tahun 2020.

Teknologi dan pendekatan yang modern adalah kuncinya. Cara yang digunakan, baik oleh perusahaan teknologi skala besar mau pun pemula ini, menjadi ancaman bagi perusahaan tradisional yang yang telah lama berdiri tapi tidak terlalu gesit terhadap perubahan. Saat ini, perusahaan-perusahaan teknologi ini mampu untuk mengejar ketertinggalan dan melampaui perusahaan tradisional hanya dengan beberapa perubahan yang sederhana.

“Jadi, pertanyaan untuk perusahaan dan organisasi TI adalah -seberapa tangkasnya organisasi Anda? Dan, apakah metode yang Anda gunakan untuk mengembangkan aplikasi sesuai dengan pergerakan era digitalisasi atau Digital Urgency?” ujar Mark Weaser, Vice President APAC, OutSystems.

Tantangan dalam mengembangkan dan meluncurkan aplikasi memunculkan pertanyaan penting, yaitu seberapa banyak waktu yang dapat dihemat oleh tim pengembang dan peluncuran aplikasi dengan menggunakan aplikasi low-code? Pengembangan dan peluncuran satu aplikasi yang dapat memakan waktu 3 sampai 6 bulan akan tampak sangat lama di era Covid-19 ini. “Setiap organisasi TI harus lebih memperhatikan bagaimana cara [untuk] mengurangi waktu pengembangan untuk menyesuaikan korporasi dengan perkembangan zaman yang laju dan kebutuhan akan pemecahan masalah yang ada [pada] saat ini,” tambah Mark.

Meningkatkan Kecepatan Pengembangan Aplikasi

Laporan ini juga menunjukkan bahwa para pemimpin yang memiliki keahlian dalam kecepatan dan kelincahan adalah motor utama pada teknologi yang mempercepat proses pengembangan dan peluncuran aplikasi. Organisasi TI di perusahaan Asia Tenggara dapat mengevaluasi teknologi-teknologi ini berdasarkan kebutuhan pengembangan aplikasi mereka, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di chatbots, aplikasi seluler, bantuan suara –dan, menentukan mana yang mungkin untuk lebih cepat dikembangkan. Pengembangan low-code, wadah, dan layanan mikro telah memungkinkan organisasi TI untuk meraih keberhasilan.

Menghilangkan Tantangan Pengembangan Aplikasi

Menurut analisis dari OutSystems, melakukan pengembangan aplikasi unggulan merupakan hal yang menantang bagi mereka yang belum menyesuaikan diri dengan cepatnya perubahan teknologi, dikarenakan:

  • Masih menjalankan integrasi sistem lama / kurang API
  • Persyaratan yang kerap berubah
  • Kurangnya keterampilan dalam pengembangan teknis
  • Tidak menguasai teknologi dan standar yang baru

Untuk itu, berikut adalah beberapa gagasan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh organisasi TI di perusahaan Asia Tenggara:

  1. Dimulai dengan UX
    Gunakan pemetaan perjalanan dari pelanggan dan rancang periode dalam waktu tertentu untuk menempatkan pengguna di pusat dari proses pengembangan yang Anda lakukan.
  2. Membangun untuk Perubahan
    Adopsi praktik pembangunan yang berulang dan gesit untuk mengakomodasi ketidakpastian, arah yang tidak jelas, atau perubahan permintaan.
  3. Tambahkan keterampilan baru
    Carilah keterampilan apa pun yang dibutuhkan oleh tim Anda untuk selanjutnya -web, mobile backend, dan susunan yang modern.
  4. Fokus pada CD
    Tambahkan teknologi untuk membantu tim dalam mencapai pengiriman berkelanjutan (continuous delivery / CD) tanpa merakit berbagai alat dan keterampilan DevOps.
  5. Mendayagunakan Perangkat yang ada
    Temukan peralatan dengan konektor bawaan dan DIY untuk memudahkan integrasi dengan sistem perusahaan, basis data, atau layanan web.

Menurut OutSystems, kecepatan adalah hal utama di seluruh dunia. Korporasi yang fokus pada kebutuhan pelanggan dan menawarkan jalur yang lebih mudah dan cepat bagi pengembang untuk berinovasi akan mampu untuk mengatasi perubahan preferensi dari pelanggan, meningkatkan kegesitan dan kemampuan untuk beradaptasi, dan terhindar dari gangguan perusahaan teknologi besar. Sebagian kecil sudah berada di level tersebut, dan mereka terus berusaha untuk menjadi yang lebih cepat dan lebih baik. Yang lain masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, namun tetaplah ada cara bagi mereka untuk berkembang.

“Laporan kami berisi tentang bagaimana cara untuk bisa menjadi pemimpin tangkas yang memiliki kemampuan [untuk] beradaptasi, dan hal-hal yang dapat dilakukan organisasi untuk mencapai hal tersebut. Meski pun saat ini Anda berada di tengah proses pengembangan atau masih di tahap awal, Anda memiliki pilihan untuk tidak hanya bergabung dalam kompetisi ini, namun untuk menjadi pemenang,” tutup Mark.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top