AwanTunai Peroleh US$8,5 Juta, Perluas Digitalisasi Rantai Pasok FMCG di Indonesia

Published: 13 Mar 2022, oleh en19ma

AwanTunai merupakan platform solusi bisnis untuk toko grosir dan pedagang kelontong tradisional, dengan mendigitalisasi pemesanan stok barang, pembayaran, dan manajemen pelanggan, beserta pembiayaan menyeluruh untuk UMKM yang belum dapat mengakses produk keuangan bank. AwanTunai mendapatkan US$8,5 juta dari pendanaan ekuitas baru yang diberikan oleh The International Finance Corporation (IFC) sebagai investor baru, mengikuti investor yang terlebih dahulu yaitu Global Brain, Insignia Ventures, dan OCBC NISP Ventura. Bank Danamon juga ikut memperluas fasilitas finansial untuk mendukung kolaborasi bersama untuk pembiayaan UMKM Indonesia.

Pendanaan tersebut memberikan pembiayaan pembelian persediaan kepada pemasok FMCG dan pedagang grosir mikro. Putaran pendanaan ini akan digunakan untuk mendanai ekspansi nasional dalam melanjutkan komitmen AwanTunai untuk memajukan dan memberdayakan UKM mikro Indonesia dengan menyediakan akses pembiayaan yang terjangkau dan cepat.


Rama Notowidigdo (Evanglist), Windy Natriavi (CPO), dan Dino Setiawan (CEO)

“AwanTunai membangun infrastruktur rantai pasok untuk mendigitalisasi transaksi pembelian stok barang UMKM tradisional. Data tersebut efektif untuk manajemen risiko kredit dan membuka UMKM tradisional untuk mengakses modal kerja institutional dari mitra perbankan kami. Kami harap AwanTunai menjadi platform yang memungkinkan seluruh industri perbankan Indonesia untuk meraih jutaan UMKM tradisional yang sebelumnya belum dapat untuk dilayani.” ucap Dino Setiawan, Chief Executive Officer dari AwanTunai.

Sampai Juli 2021, AwanTunai sudah bekerja sama dengan 300 lebih partner supplier untuk membantu toko grosir tradisional mendigitalisasi dan membiayai operasional mereka, serta memfasilitasi warung dan toko kelontongan melalui pembelian stok barang dengan harga terjangkau dan pemesanan daring terintegrasi melalui aplikasi seluler AwanToko. AwanTunai sudah melayani lebih 70.000 pengguna usaha mikro, dengan penambahan jumlah warung dari seluruh kota-kota besar di Indonesia.

“Sektor UMKM dalam banyak hal merupakan urat nadi perekonomian Indonesia, menyediakan jutaan pekerjaan, dan yang terpenting, sumber pendapatan utama bagi pengusaha perempuan. Tetapi pertumbuhan sektor vital ini juga terhambat oleh kurangnya akses keuangan, dan belakangan ini oleh dampak pandemi COVID-19. Investasi ini akan memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan bagi pengecer mikro, sekaligus membantu mereka memodernisasi dan mengembangkan bisnis mereka.” ucap Azam Khan, Country Manager IFC untuk Indonesia dan Timor-Leste.

“Setelah mengetahui dan mengikuti perkembangan AwanTunai sejak 2018, kami telah melihat mereka mempromosikan terus-menerus digitalisasi industri FMCG. Kami percaya diri dengan kombinasi solusi bisnis rantai pasok dan pembiayaan berbasis transaksi yang disediakan oleh AwanTunai adalah pendekatan terbaik untuk mendigitalisasi toko grosir tradisional dan retailer. Di beberapa tahun ini tim AwanTunai sudah memperbaiki produk dan memutakhirkan operasinya melalui berbagai kesulitan yang menghadang. Melalui pendanaan ini, mereka dapat siap untuk memperluas bisnis mereka. Kami akan terus menantikan kerja sama dan memiliki dampak sosial yang besar di Indonesia bersama AwanTunai.


Roni Suprianto Pemilik Toko Roni, Bogor

“Memiliki kemitraan sejak dini dengan AwanTunai, tidak hanya memberikan kami privilese untuk bekerjasama dengan Dino beserta timnya untuk mendigitalisasi rantai pasok FMCG di Indonesia, sekaligus dapat mengembangkan pembiayaan berbasis pembelian kebutuhan operasional pengusaha kecil dan toko grosir melalui platform AwanTunai. Ekosistem AwanTunai yang memadai seiring dengan pertumbuhan berbasis produk, tim mereka adalah fondasi yang penting bagi perusahaan agar dapat meningkatkan ekspansinya di Indonesia. AwanTunai juga telah berevolusi menjadi platform operasi dan keuangan yang lengkap bagi UMKM yang belum terlayani oleh bank” kata Yinglan Tan, Founding Managing Partnerdari Insignia Ventures Partners, Insignia Group.

UMKM dapat membeli stok barang mereka secara daring melalui aplikasi seluler AwanToko dan dapat mengakses pembiayaan terjangkau melalui proses pendaftaran sederhana menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Tags

news awantunai aplikasi mobile aplikasi pendanaan ifc digital supply chain fmcg indonesia platform solusi bisnis toko pembayaran management pembiayaan UMKM akses keuangan bank investasi fasilitas kolaborasi ekspansi infrastruktur transaksi risiko kredit modal kerja industri warung awantoko ekonomi

Share Artikel