TIPS

Apa Saja Kerugian Membeli Smartphone Entry Level?

Anduril   16 Jan 2019
Apa Saja Kerugian Membeli Smartphone Entry Level?

Para produsen smartphone membagi market menjadi tiga segmentasi. Paling atas adalah segmen untuk pasar smartphone flagship. Bawahnya ada pasar smartphone kelas menengah dan yang paling bawah adalah pasar smartphone kelas entry level atau kelas bawah.

Apakah Entry Level itu?

Pasar smartphone flagship dikuasai oleh perangkat yang dijual dengan harga mahal, yakni minimal Rp7 jutaan ke atas. Harga ini terbilang wajar karena biasanya smartphone-smartphone yang berada di kelas flagship akan dipenuhi dengan fitur dan teknologi baru yang berharga tinggi atau eksklusif suatu merek.

Sementara smartphone yang berada di kelas menengah akan dijual dengan harga relatif terjangkau, namun tidak bisa dibilang murah juga. Biasanya kelas ini bakal dihuni oleh teknologi dan fitur yang pasaran. Lalu segmen terakhir, yakni entry-level akan disesaki oleh paras smartphone yang dibanderol dengan harga sangat murah.

Memiliki harga yang murah dan bersahabat menjadi alasan utama mengapa smartphone-smartphone yang berada di entry-level sangat laku dengan penjualan yang sangat tinggi. Beberapa orang memang ogah merogoh kantongnya lebih dalam untuk membeli sebuah smartphone, dengan alasan “hemat” atau “yang penting bisa dipakai”.

Jadi sebenarnya sangat wajar jika beberapa orang berpikir demikian, tapi sejatinya pilihan tersebut memiliki kerugian tersendiri.

Minim Teknologi

Saat ini teknologi cip silikon melesat begitu cepat. Bisa dibilang, teknologi yang ada di bawahnya juga ikut bergerak begitu cepat dibandingkan dengan industri lainnya. Saking cepatnya, hampir setiap tahun kita selalu disuguhi dengan teknologi baru yang turut hadir juga dalam bentuk smartphone.

Hanya saja, fitur dan teknologi terbaru itu biasanya hanya ditemukan di smartphone dengan tingkat flagship dan mid-range. Sedangkan smartphone yang masuk ke dalam kelas entry-level atau kelas bawah biasanya akan datang dengan fitur yang pas-pasan atau malah hilang sama sekali.

Meski begitu, kita harus mengakui bahwa smartphone entry-level memang dikembangkan dengan ongkos produksi yang murah, dan biasanya smartphone entry-level juga datang dengan fitur standar guna memenuhi kebutuhan pengguna sehari-hari, seperti untuk media sosial, browsing, dan lain sebagainya.

Kita pun tidak bisa berharap banyak dengan komponen dan modul hardware yang ditanam ke dalam smartphone entry-level. Kebanyakan smartphone-smartphone seperti ini juga dilengkapi dengan modul hardware yang kinerjanya kalah jauh dengan smartphone flagship dan mid-range. Bisa dibilang, kalaupun ada teknologi baru yang disematkan ke dalam smartphone entry-level, biasanya teknologi tersebut diambil dari tier paling rendahnya.

Desain dan Material Seadanya

Saat ini kebanyakan smartphone kelas atas datang dengan desain yang sedap dipandang atau sangat cantik. Tak hanya itu, sejumlah pabrikan juga mulai berani untuk mengemas smartphone buatannya dengan warna-warna yang kinclong dengan gradasi metalik. Hal ini pun mulai merambah ke kelas menengah.

Nah, untuk entry-level jangan berharap banyak dengan desain yang ada, apalagi kalau ingin smartphon yang cantik. Seperti yang kita tahu, tak sedikit juga smartphone entry-level dikemas dengan material murahan, seperti plastik polikarbonat berwarna doff dengan list yang menyatu atau warna yang kontras.

Plastik sebenarnya merupakan bahan yang tidak mudah tergores atau pecah. Namun ketika bersentuhan dengan tangan, kesan pertama yang akan kita rasakan adalah ringan dan ringkih. Tidak hanya itu, secara tampilan bahan plastik terlihat flat, seperti tidak ada kesan istimewa.

Berbanding terbalik dengan smartphone flagship atau kelas menengah, perangkat yang ada di dalam kelas ini datang dengan material yang lebih solid, seperti aluminium atau logam lainnya. Tak hanya itu, smartphone tersebut juga bisa dipercantik dengan lapisan kaca super kuat yang memberikan kesan elegan.

Rentang Hidup Smartphone jadi Sangat Pendek

Membeli smartphone entry-level karena ingin berhemat? Rasanya sedikit keliru. Seperti yang kami singgung di atas, smartphone entry-level hanya dibekali teknologi dan hardware kelas bawah. Nah! Terkait dengan hal ini, tentu saja hardware yang terpasang tidak bisa ngebut seperti hardware kelas atas.

Apa artinya? Hardware yang terpasang tidak dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, setiap aplikasi yang ada juga akan terus mengalami update dan pembaruan. Oleh karena itu, dibutuhkan juga dukungan hardware yang lebih baru dan lebih canggih.

Dari sini kita jadi bisa tahu bahwa siklus hardware yang ada di smartphone entry-level memiliki umur yang bisa dibilang cukup pendek. Berbeda dengan smartphone flagship dan kelas menengah yang biasanya memiliki dukungan hardware untuk waktu yang lebih panjang dan lama.

Bahkan mirisnya, akan tiba masanya dimana smartphone entry-level tidak mendapatkan pembaruan sistem operasi karena hardware tidak memenuhi standar requirement. Dengan demikian, mau tidak mau kita dipaksa untuk membeli smartphone baru agar terus bisa menggunakan aplikasi yang kita gunakan.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top