NEWS

Alibaba Cloud Gandakan Pertumbuhan Produk Cloud-Native Database

en19ma   02 Oct 2020
Alibaba Cloud Gandakan Pertumbuhan Produk Cloud-Native Database

Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan intelegensi dari Alibaba Group, melihat permintaan untuk jajaran produk database bertambah hingga dua kali lipat. Peningkatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan industri untuk memindahkan bisnis mereka secara online akibat dampak dari Covid-19 yang berlangsung cukup lama. Sebagai penyedia layanan cloud terbesar ketiga di dunia pada saat ini, Alibaba Cloud melayani lebih dari 100.000 perusahaan secara global.

"Dengan reputasinya yang diakui secara global, Alibaba Cloud sebagai penyedia layanan cloud terpercaya memiliki rangkaian produk yang telah terbukti, termasuk produk Cloud-Native database yang tangguh. Lewat kehadirannya yang kuat di Indonesia, kami yakin Alibaba Cloud dapat menjadi penyedia solusi cloud yang andal bagi kami guna mendukung tim R&D dalam memberikan pelayanan yang lebih baik untuk pelanggan kami,” kata Fengping, CTO Kopi Kenangan.

Sebagai upaya untuk mendukung perjalanan transformasi digital pelanggan, tim database Alibaba Cloud di Apsara Conference 2020 baru-baru ini meluncurkan serangkaian peningkatan produk dan fitur baru, termasuk rangkaian produk cloud-native database yang mencakup OLTP, OLAP, NoSQL, alat dan utilitas, serta platform database self-driving. Produk ini akan memberikan portofolio solusi yang kaya dalam ekosistem database untuk siklus lengkap atas pemrosesan, penyimpanan, manajemen, dan analitik data.

Lindorm, yang merupakan cloud-native database multi-model yang digunakan untuk mendukung ekosistem Alibaba Group. Pertama kali diperkenalkan ke pasar guna memberikan manfaat bagi ekosistem Alibaba Cloud yang lebih luas dan pelanggan publik. Begitulah, Lindorm adalah cloud-native database dengan penyimpanan yang terjangkau dan karakteristik pemrosesan yang fleksibel. Sangat cocok digunakan oleh aplikasi dengan kebutuhan pemrosesan yang masif untuk campuran data yang tidak terstruktur, semi-terstruktur, dan terstruktur. Penerapan Lindorm untuk perusahaan mampu mengurangi biaya penyimpanan hingga 80% jika dibandingkan dengan menggunakan database konvensional, dengan jaminan ketersediaan minimal 99,99%.

Produk cloud-native database terdistribusi milik Alibaba Cloud, PolarDB-X, telah ditingkatkan dengan transaksi hybrid / pemrosesan analitik dan indeks sekunder global untuk fitur data yang terdistribusi. Dengan peningkatan yang baru ini, produk tersebut telah memungkinkan terjadinya permintaan transaksi online besar-besaran secara bersamaan, dan pada saat yang sama, juga membantu bisnis online untuk mempercepat analisis kompleks dengan pemrosesan yang efisien sebanyak 5 sampai 10 kali. Perusahaan yang membutuhkan data dan fungsi transaksi yang sangat cepat, seperti platform logistik, dapat menerapkan PolarDB-X untuk memenuhi kebutuhan instan.

Berdasarkan arsitektur pemisahan penyimpanan dan komputasi, AnalyticDB (ADB) mampu membuat gudang data cloud-native menjadi otomatis dan fleksibel sehingga mampu untuk mengintegrasikan operasi analitik interaktif secara online dan operasi komputasi secara offline. Selain itu, AnalyticDB MySQL (ADB MySQL) dapat memenuhi kebutuhan sumber daya beban kerja pengguna dengan elastisitasnya pada konsumsi waktu, penyimpanan data, dan isolasi grup yang dapat mengurangi biaya dan meningkatkan stabilitas operasi. Dengan mesin multi-master dan "Laser" yang berkonkurensi tinggi, ADB MySQL dapat memenuhi kebutuhan komputasi dalam waktu nyata dengan efisiensi biaya perusahaan hingga 50-80%.

Cloud-native Data Lake Analytics (DLA) merilis fitur yang ditingkatkan dengan Serverless Spark-nya untuk menarik sebanyak 300 knot dalam waktu 1 menit. Dengan mesin komputasi Presto dan Spark tanpa server, produk ini mampu memberikan platform data lake satu atap (tanpa server) yang efisien dan mudah untuk digunakan kepada perusahaan dengan fitur-fitur, seperti formasi lake dalam sekali klik, penemuan dan pengelolaan metadata, dan pengelolaan lake delta. Baik ADB mau pun DLA telah berhasil diterapkan di berbagai industri, termasuk keuangan, manufaktur, ritel, penerbangan, dan logistik, untuk membantu proses transformasi digital mereka.

“Dalam laporan kuadran ajaib Gartner terbaru, Gartner menggabungkan kuadran ajaib DMSA (Solusi Manajemen Data untuk Analytics) dan OPDBMS (Operational DBMS) menjadi satu kuadran ajaib Cloud DBMS, dan ini menunjukkan di mana masa depan terletak untuk teknologi database," kata Dr Feifei Li, President of Alibaba Cloud Database Products Business. "Kami ingin pelanggan mengikuti tren masa depan, dan kami akan terus berinovasi dalam menyediakan teknologi database [yang] terbaik untuk pelanggan kami, dan bersama-sama dapat membangun fondasi yang kokoh dalam perjalanan transformasi digital mereka."

Berdasarkan data dari Gartner, database cloud akan tersebar luas dalam waktu dekat, dan pada tahun 2023, 75% dari semua database akan berada di platform cloud. (Prediksi Data dan Analisis Teratas Tahun 2019) Dalam laporan terakhirnya yang berjudul Gartner Magic Quadrant for Operational Database Management Systems Gartner di tahun 2019, database milik Alibaba Cloud diakui sebagai pemain di kuadran "Challengers."

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top