REVIEW

AE.Celiboy, Sang Anak Ajaib di Puncak Torehan Kill MPL

en19ma   12 Oct 2019
AE.Celiboy, Sang Anak Ajaib di Puncak Torehan Kill MPL

Pertarungan dinamis yang terjadi pada gelaran MPL ID Season 4 telah menyuguhkan banyak momen tidak terduga, mulai dari hasil match yang tidak disangka, pemain yang memiliki performa luar biasa, hingga pemain yang sepertinya kehilangan touch permainannya jika dibandingkan dengan musim lalu. Dinamisnya perjalanan MPL ID Season 4 yang telah sampai pada pekan ketujuh membuat usaha dari masing-masing tim dalam merekrut pemain-pemain bintang demi mengemban titel juara MPL Indonesia Season 4 jadi terasa kian signifikan. Begitulah, pilar-pilar penting dari setiap tim bakal memainkan peranan penting atas posisi dan torehan status dari setiap tim yang bertanding. Menariknya, melihat setiap pertandingan yang terjadi sampai pada pekan ketujuh, semua tim telah menunjukkan performa yang sekelas dan cukup berimbang.

Di awal musim dari MPL Season 4, Alter Ego telah dinobatkan sebagai “kuda hitam” demi mengingat posisinya yang tidak terlalu difavoritkan untuk menjadi jawara. Kian memantapkan posisinya di klasemen papan atas pada pekan lalu, tim ini tampak percaya diri di saat melawan para jawara Mobile Legends Indonesia dari musim sebelumnya. Hal tersebut dibuktikan oleh Alter Ego yang justru tampil gagah berani dari segi serangan mau pun pertahanan. Satu sosok penting yang mencuri perhatian dari formasi mereka sekarang ini adalah Celiboy, The Miracle Boy.

Pemain dengan nama lengkap Eldian Rahardian Putra tersebut merupakan salah satu pemain rekrutan anyar dari Alter Ego. Celiboy sendiri sebelumnya bermain di bawah bendera Team Capcorn dalam gelaran Piala Presiden Esports 2019. Penampilan menawannya di sana berhasil meyakinkan manajemen Alter Ego untuk merekrutnya ke susunan tim. Selaku manajer Alter Ego divisi Mobile Legends, Aditya Santos turut memberikan pendapatnya mengenai proses perekrutan Celiboy ke tim. “Sebelum adanya Celiboy, kami sempat melirik beberapa pemain lain dan mungkin memang belum jodohnya [untuk bergabung]. Jadi, kami memaksimalkan pemain yang benar-benar ingin bergabung bersama Alter Ego. Kalau boleh dibilang [sebagai] garis kecilnya, para pemain rekrutan sebelumnya hanya melihat Alter Ego sebagai tim kecil dan kalau [bisa] dibilang kuda hitam. Berbeda pendapat dengan Celiboy, ia [terbilang] spesial dari jajaran pemain yang ingin kami rekrut. Ia masih muda dan ingin sekali bermain dengan idolanya, yaitu Maungzy. Celiboy juga ingin memberikan potensi permainan yang maksimal kepada Alter Ego untuk gelaran MPL ID Season 4.”

Performa Celiboy tidak lepas dari sudut pandangnya dalam melihat potensi yang dimiliki oleh Alter Ego sebagai salah satu tim dengan kans untuk menjadi juara. Permainannya dalam menundukkan tim-tim papan atas Mobile Legends seperti memberi pesan bahwa semua tim di MPL ID S4 tidak layak untuk dipandang sebelah mata saja.

Sang ujung tombak Alter Ego ini memang menjadi buah bibir setelah torehan kill-nya yang fantastis. Bukan Wann, Lemon, atau Kido, melainkan Celiboy-lah yang sukses untuk mencatat torehan kill terbanyak sampai pekan ketujuh, yakni sebesar 178 kali.

Tidak hanya itu, jika dibandingkan dengan para pesaing lainnya, KDA (Kill/Death/Assist) Rating dari Celiboy telah tercatat menjadi salah satu yang terbaik dengan angka 4,5. Selain jumlah Kill yang tinggi, Assist sejumlah 157 serta torehan Death rendah sebesar 75 menjadi bukti atas penampilan yang konsisten dari Celiboy di beberapa pekan terakhir.

Aditya Santos mengatakan, “Benar sekali yang dikatakan [salah satu] caster MPL ID S4, Ryan “KB,” bahwa pemegang titel “Miracle Boy” tampil dengan gaya bermain yang memang tidak banyak berbeda. Permainannya fokus pada mencari posisi yang nyaman [antar] satu sama lain agar tim [bisa] tampil kompak di dalam mau pun di luar pertandingan.”

Tercatat sebagai pemain dengan torehan kill terbanyak, manajer Alter Ego itu menuturkan, “Penampilan Celiboy –jujur, di luar ekspektasi, karena kami hanya bermain dengan faktor kenyamanan saja, tanpa ada strategi yang khusus.”

Memang, meski Celiboy hadir sebagai ujung tombak di tim Alter Ego, punggawa-punggawa lainnya, seperti Arss, Rmitchi, Maungzy, Caesius, Chester, dan LeoMurphy, juga layak untuk mendapatkan pujian tertinggi berkat performa konsisten yang diperlihatkan mereka. Karena, tanpa adanya kerjasama tim yang baik, tidak akan tercipta sosok “Anak Ajaib” yang menempel dengan nama Celiboy. Secara keseluruhan, Alter Ego telah mengemas 456 kill dan 987 assist. Torehan ini hanyalah kalah oleh Rex Regum Qeon yang unggul tipis di angka 499 kill dan 994 assist.

Uniknya, ketika ditanya mengenai hero favorit, Celiboy mengakui bahwa dirinya hanyalah mampu memainkan beberapa hero yang ia kuasai. Bahkan, manajer Alter Ego menuturkan bahwa Celiboy sempat takut untuk menggunakan Esmeralda di gelaran MPL ID S4. Namun, faktanya, Esmeralda yang dinahkodai oleh Celiboy menempati posisi kedua setelah Chang’e dalam jumlah GPM terbanyak. Meski begitu, dari catatan statistik, Chang’e justru menjadi hero yang paling jarang untuk di-banned oleh pihak lawan Alter Ego. Padahal, dari segi damage dan persentase Kill, Chang’e dari Celiboy termasuk hero yang kuat dari segala sisi. Chang’e yang digunakan oleh ujung tombak Alter Ego tersebut mampu memberikan 5031 damage per minute (DPM). Celiboy juga sukses untuk mengamankan gelar MVP Alter Ego di seluruh pertandingan di pekan ketujuh ketika menggunakan Gord, Harith, dan Esmeralda. Terhitung, total korban yang ia kemas berada di angka 18 Kill, hanya pada pekan ketujuh dari MPL ID S4.

Tentunya, tidak salah bila titel “Sang Anak Ajaib” disematkan kepada Celiboy, yang tampil impresif sebagai bintang baru di ajang MPL ID Season 4. Alter Ego sendiri akan melawan Aura Esports di pekan kedelapan sekaligus minggu terakhir MPL ID Regular Season 4.

Akankah Aura Esports berhasil mengubur ekspektasi tinggi dari Celiboy dan kawan-kawan? Mampukah Alter Ego mengamankan win-streak sekaligus memantapkan diri pada posisi 3 besar? Dan, bagaimana serunya pertandingan antara dua tim papan atas di edisi “El Classico,” yang terjadi antara EVOS Esports dan RRQ di pekan terakhir nanti?

Jangan lupa untuk terus menyaksikan Regular Season MPL ID S4, yang dipersembahkan oleh Xiaomi Blackshark dan disponsori oleh Dana, di setiap akhir pekan (Jumat, Sabtu, dan Minggu) secara langsung di MPL Arena (XO Hall Markas), atau pun Live Streaming-nya yang hanya tayang di Facebook Fanpage Mobile Legends: Bang Bang.

Juga, saksikanlah acara utama MPL ID Season 4 Grand Finals yang bakal mempertemukan 6 tim Mobile Legends terbaik Indonesia dalam memperebutkan total hadiah lebih dari $300,000 dan bertempat di Tennis Indoor Senayan (Jakarta) pada tanggal 26 hingga 27 Oktober 2019.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top