REVIEW

6 Fakta Unik Bukalapak, Nomor Berapa yang Kamu Ketahui?

Anduril   25 Feb 2019
6 Fakta Unik Bukalapak, Nomor Berapa yang Kamu Ketahui?

Tagar uninstall Bukalapak sempat menjadi trending minggu lalu, hal ini terjadi karena kicauan Achmad Zaky yang dinilai kebanyakan netizen pendukung Jokowi sebagai hoax dan tanpa fakta. Walaupun Achmad Zaky sudah meminta maaf secara langsung pada Jokowi, tapi tagar tersebut masih berseliweran di internet.

Jurnalapps bukanlah media politik, tapi berkat keberadaan tagar tersebut kami jadi tergelitik untuk mengungkapkan fakta-fakta unik di balik Achmad Zaky dan Bukalapak. Seperti apa faktanya? Mari simak di bawah ini.

6 Fakta Unik Bukalapak

1. Lahir dari sebuah Penolakan

Pertama, fakta unik dari lahirnya Bukalapak adalah bahwa CEO-nya yakni Achmad Zaky tidak langsung terpikir membuatnya selepas lulus kuliah. Pria lulusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung ini sebelum terpikir menciptakan Bukalapak, ia melamar kerja ke beberapa perusahaan terlebih dahulu.

Sayangnya ketika melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan, Achmad Zaky banyak mengalami penolakan. Untungnya Zaky tidak berputus asa. Alih-alih, Zaky kemudian terpacu semangatnya untuk membuat platform belanja online yang kemudian kita kenal dengan nama Bukalapak.

2. Berasal dari sebuah Kamar Kos

Usut punya usut ternyata rintisan dari lahirnya marketplace Bukalapak ini berasal dari sebuah kos-kosan. Bukalapak memang lahir dan dirintis oleh Ahmad Zaky bersama kawan kosnya di sebuah rumah kos.

Saat itu Zaky dan kawannya membuat Bukalapak atas dasar kesenangan. Meski tak digaji dan tak dibayar, pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 24 Agustus 1986 ini melakukannya dengan fokus dan sepenuh hati.

Dengan hobinya sebagai software engineer ini, Zaky sudah memiliki impian besar untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang. Meski tak punya ekspektasi besar, usaha yang dirintis di kos-kosan oleh Zaky bersama temannya tersebut perlahan bertumbuh dengan cepat.

3. Bermodal Rp 80 Ribu

Ketika merintis Bukalapak bersama temannya, Zacky melakukan riset terlebih dahulu. Dalam riset yang dilakukan pada 100 website, Zaky mendapati bahwa sebanyak 99 persen merupakan buatan luar negeri. Dari sini kemudian Zaky terpikir untuk membuat produk internet kreasi anak negeri.

Dalam riset itu juga, Zaky terpikir membuat e-commerce karena dirasa pada produk lain seperti sosial media atau search engine dirinya tak mungkin membuatnya. Karena melihat banyaknya bisnis di indonesia yang berskala kecil, maka Zaky kemudian memutuskan ecommerce-nya menyasar para UKM.

Menariknya ketika akan menetapkan nama untuk platform ecommerce-nya, Ahmad Zaky hanya mengeluarkan uang Rp80 ribu untuk membeli domain. Karena tidak punya modal banyak saat itu, Zaky hanya bisa membeli domain murah yakni dengan nama Bukalapak.

4.Sempat Terpikir untuk Menutup Bukalapak

Fakta unik dari lahirnya Bukalapak, aplikasi ini sempat akan ditutup karena dinilai tak punya harapan. Meski bersemangat di awal perintisannya, namun pada akhirnya Zaky harus berhadapan dengan realitas di lapangan.

Selain kekurangan modal, Zaky juga banyak mendapatkan pandangan negatif dari orang-orang disekelilingnya tentang apa yang dikerjakannya di Bukalapak. Terpikirnya menutup Bukalapak ini terjadi pada tahun 2011. Tapi karena melihat pengguna Bukalapak yang mencapai 10 ribu orang, Zaky kemudian berubah pikiran. Zaky kembali bersemangat setelah melihat para pelapaknya yang juga bersemangat.

Bahkan beberapa pelapaknya ada yang menyumbang membeli server untuk keberlangsungan Bukalapak. Beberapa bulan kemudian datang seorang Investor yang menanamkan uangnya untuk Bukalapak.

5. Investor Bukalapak berasal dari Dalam Negeri

Dana yang diperoleh Bukalapak dalam mengoperasikan bisnisnya datang dari pemilik utama stasiun TV terkemuka di Indonesia. Emtek Group adalah pihak utama yang melakukan investasi dan suntikan dana secara terus menerus kepada Bukalapak. Pemilik stasiun televisi SCTV ini tampaknya menaruh perhatian khusus kepada perkembangan Bukalapak.

Tidak salah dengan dugaan yang dimiliki, Emtek Group berhasil melakukan pembelian saham sekaligus suntikan dana bertahap. Kewaspadaan mereka terhadap nilai dari bisnis Bukalapak berbanding lurus dengan minat mereka terhadap kepemilikan saham yang ada. Sampai tahun 2015 kemarin, Emtek Group terus mengguyur dana yang mereka miliki kepada Bukalapak hingga mencapai nilai ratusan miliar.

6. Visi & Misi Bukalapak yang Simpel

Tidak banyak perusahaan dan organisasi bisnis yang berani menyatakan visi dan misi mereka dengan berani. Melalui kalimat singkat dan nilai sederhana, Bukalapak meyakinkan diri mereka bahwa platform yang dikembangkan akan menjadi online marketplace nomor satu di tanah air. Hal ini mengingat persaingan di bidang online marketplace sangat menantang, dan perubahan terus terjadi dari hari ke hari.

Mengenai misi, Bukalapak menekankan bahwa UKM seluruh Indonesia harus lebih berani untuk menunjukkan taringnya. Keberadaan Bukalapak adalah jawaban atas misi yang berusaha dituntaskan tersebut. Melihat hal ini, maka dapat disimpulkan bahwa Bukalapak menaruh perhatian yang besar terhadap industri kreatif di seluruh daerah di Indonesia, bahkan di pelosok sekalipun.

Pembukaan kesempatan dan pasar jual-beli yang bebas membangkitkan permintaan yang beragam, termasuk variasi jenis barang yang dicari.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top