REVIEW

3 Tim Unggulan PMPL Season 2 Terancam Gagal Lolos ke Grand Final

en19ma   12 Sep 2020
3 Tim Unggulan PMPL Season 2 Terancam Gagal Lolos ke Grand Final

PUBG Mobile Pro League masih menyisakan sebanyak 3 hari lagi untuk menentukan manakah tim-tim yang berhak untuk lolos ke grand final. Berbagai cerita tentunya juga tersaji selama jalannya regular season, bahkan menghadirkan kejutan, terutama bagi tim-tim yang sebelumnya menjadi unggulan untuk lolos, namun justru harus mengalami kesulitan dan berjuang keras pada saat ini demi menghadapi tim-tim lainnya untuk memperebutkan tiket menuju ke grand final.


Sandika “Sanskuy” Hadit Prasetyo dan Arwanto “Wawa Mania” Tanumiharja

Kali ini, pendapat berdatangan dari Sandika “Sanskuy” Hadit Prasetyo, salah satu caster PMPL ID Season 2, dan Arwanto “Wawa Mania” Tanumiharja, salah satu analis PMPL ID Season 2, mengenai 3 tim unggulan yang sebelumnya diunggulkan untuk bisa lolos ke grand final, namun terancam untuk gagal lolos pada saat ini.

BONAFIDE Esports

Sukses untuk tampil mengejutkan di grand final dari PMPL Indonesia Season 1, sang kingkong hanya melepas Jerrsy yang pada saat ini bermain di ION Esports dan digantikan oleh Hans4You. Tidak hanya itu, mereka juga mendatangkan Sfq sebagai pelatih yang sebelumnya berada di XCN Gaming. Mereka bahkan diprediksi bakal lolos dengan mudah ke grand final usai meraih 3 besar di turnamen PUBG Mobile tingkat nasional.

Sayangnya, BONAFIDE yang tampil cukup baik pada saat minggu pertama, harus tertatih untuk melangkah di minggu-minggu selanjutnya. “Dari segi pemain, sebenarnya, semuanya memiliki kualitas aim dan gameplay yang baik. Meski begitu, rotasi mereka yang sering bertemu tim lain dan sering kalah [jadi] berpengaruh ke mental mereka di minggu selanjutnya,” ungkap Sanskuy

Meski begitu, asa BONAFIDE untuk lolos bisa kembali hidup di minggu kelima usai mendapatkan 107 poin dan sukses meraih WWCD perdana di PMPL ID Season 2. “Mereka lebih lepas bermainnya di minggu kelima, yang membuat mereka bisa mendapatkan pencapaian tersebut. Tinggal [bagaimana cara] mereka mempertahankan konsistensi untuk bisa lolos ke grand final,” kata Wawa Mania. Sampai dengan berakhirnya minggu kelima, mereka masih berada di peringkat 16 dari klasemen dengan total 370 poin.

Red Rocket Cosmic

Menjadi tim yang tidak diunggulkan di PMPL Season 1, mereka nyatanya sukses untuk mendapatkan peringkat 3 di akhir regular season dan ke-7 pada saat grand final. Hilangnya aimstar mereka, yakni RedFaceN, yang saat ini menjadi terminator di PMPL Season 2 bersama ION Esports, sangat berpengaruh bagi performa mereka di saat regular season bergulir.

Sama halnya seperti BONAFIDE, mereka tampil dengan cukup baik di minggu pertama namun merosot di minggu-minggu selanjutnya, yang membuat mereka pada saat ini mesti terdampar di peringkat 21 dari global leaderboard dengan total 322 poin. “Meski mendatangkan [sebanyak] 3 pemain, yakni Haki, Heroes, dan Sugar, kehilangan sosok aimstar sangat berpengaruh di tim, yang terlihat dari penampilan mereka di regular season,” kata Sanskuy.

Kabar baiknya, Rocky -yang sebelumnya tidak bisa bermain karena peraturan umur- kini sudah bisa bermain bersama Red Rocket di minggu keenam dari regular season. “Kehadiran Rocky diharapkan bisa menjadi solusi bagi Red Rocket yang kekurangan sosok aimstar, dan diharapkan bisa membawa mereka [untuk] lolos ke grand final,” ungkap Wawamania.

NFT Esports

Menjadi wakil Indonesia di PMCO Fall Split SEA 2019 hingga bertengger menjadi salah satu tim yang lolos ke grand final dari PMPL Indonesia Season 1, mereka hanya kehilangan LiQuiD yang pada saat ini menjadi pemain ION Esports. Sebagai gantinya, mereka menghadirkan tiga pemain secara sekaligus, yaitu FalleN, knight, dan LEO.

Tampil buruk di minggu pertama dan kedua, NFT tampil impresif di minggu ketiga dengan mendapatkan sebanyak 102 poin. Performa mereka kembali menurun di 2 minggu selanjutnya, yang membuat mereka pada saat ini mesti berada di posisi 19 dari klasemen sementara dengan 343 poin. Sanskuy mengakui untuk urusan komunikasi tidaklah menjadi masalah, karena para pemainnya sudah bersama-sama sebagai satu tim dalam waktu cukup lama.

Sedangkan, Wawamania mengakui bahwa mereka harus berani dalam melakukan serangan terhadap tim lain untuk bisa memaksimalkan peluang bagi mereka untuk lolos. “NFT sebaiknya lebih bermain lepas di minggu terakhir dan berani untuk bisa mendongkrak poin mereka,” ungkapnya.

Tidak hanya menyajikan pertarungan sengit atas 24 tim di PMPL Season 2, minggu keenam juga menghadirkan showmatch, yakni PMPL SEA 2020 Four Countries Battle, yang akan mempertemukan sebanyak 16 tim dari PMPL Indonesia, Malaysia/Singapura, Vietnam, dan Thailand pada tanggal 12 hingga 13 September 2020. Indonesia akan diwakili oleh ION Esports, Bigetron RA, AURA Esports, dan BOOM Esports.

Selama livestream PMPL ID Season 2 yang disiarkan secara langsung di channel Facebook PUBG Mobile Indonesia, kalian berkesempatan untuk mendapatkan redeem code yang bisa kalian tukarkan dengan baju spesial dari PMPL yang dibagikan secara permanen serta peti misterius. Selain itu, di minggu ini, juga ada vote caster OOTM untuk menentukan outfit caster pada setiap minggunya melalui tautan ini.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top