NEWS

2 dari 5 Perusahaan Fortune 500 Pilih Teknologi Alibaba Cloud

en19ma   05 Jul 2020
2 dari 5 Perusahaan Fortune 500 Pilih Teknologi Alibaba Cloud

Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan intelijen milik Alibaba Group, pada pembukaan acara Alibaba Cloud Summit 2020 per 2 Juli 2020 lalu menyebutkan bahwa pihaknya hingga saat ini telah mendukung sebanyak 38 persen perusahaan dari Fortune 500 selama tahun fiskal terakhir. Melalui pencapaian ini, penyedia layanan cloud terdepan tersebut berencana untuk mempercepat strategi globalisasi dan bertujuan untuk menjadi tulang punggung intelijen digital terkemuka di dunia dalam tiga tahun mendatang.

“Kami yakin dan percaya akan masa depan ekonomi digital global, terutama dengan digitalisasi pada sektor kesehatan, bisnis, pendidikan, rekreasi, dan hal lain di kehidupan kita selama pandemi. Sebagai penyedia layanan cloud terbesar di kawasan Asia Pasifik, kami akan terus meningkatkan investasi dalam tiga tahun ke depan untuk memperkuat infrastruktur, solusi, dan peran kami dalam ekosistem teknologi yang lebih luas untuk menjadi mitra pilihan tepercaya bukan hanya di Asia Pasifik, tetapi untuk ekonomi digital global pada tahun 2023,” kata Jeff Zhang, presiden Alibaba Cloud Intelligence, pada acara Alibaba Cloud Summit 2020.

Secara konsisten memimpin sebagai penyedia layanan cloud publik terbesar di kawasan Asia Pasifik dan ketiga di dunia berdasarkan penilaian dari semua pihak ketiga yang relevan dalam beberapa tahun terakhir, rencana Alibaba Cloud didukung dengan rencana investasi sebesar RMB200 miliar (USD 28 miliar) yang pertama kalinya diumumkan pada bulan April lalu untuk memperluas dan meningkatkan infrastruktur dan portofolio produknya. Selain memperluas jangkauan layanan dan membangun lebih banyak Data Center generasi mendatang di seluruh dunia, Alibaba Cloud juga berkomitmen untuk mempekerjakan sebanyak 5.000 talenta secara global di berbagai bidang, mulai dari jaringan, database, server, dan chip hingga kecerdasan buatan.

Hingga saat ini, Alibaba Cloud beroperasi di 63 zona ketersediaan di 21 wilayah di seluruh dunia, mendukung kebutuhan bisnis di lebih dari 200 negara dan wilayah. Sebagai tahap awal dari rencana investasi yang diumumkan baru-baru ini, Alibaba Cloud akan membuka Data Center ketiga dan data-scrubbing pertama di Indonesia di awal tahun depan.

Bersama-sama menciptakan Solusi Baru untuk New Normal

Dengan digitalisasi sebagai faktor pendorong yang paling mendasar untuk pengembangan ekonomi global guna lebih memajukan pemulihan ekonomi global setelah pandemi Covid-19, Alibaba Cloud telah menegaskan kembali komitmennya untuk memperluas dukungan bagi perusahaan-perusahaan global dan akan bekerjasama untuk menciptakan realitas digital baru.

Selain inisiatif RMB2 miliar (USD 283 juta) untuk mempercepat proyek-proyek inovasi bersama dengan mitra selama tahun fiskal ini, Alibaba Cloud juga berencana untuk meningkatkan strategi China Gateway yang terbukti berhasil menjadi gerbang global bagi bisnis internasional ke Asia. Pembaruan program akan membantu perusahaan multinasional membangun kemampuan dasar IT secara keseluruhan dan mengoptimalkan jaringan perusahaan melalui platform intelijen satu atap milik Alibaba Cloud.

“Situasi pandemi saat ini, dan dampak yang ditimbulkannya, akan berlalu seiring waktu. Yang menjadi perhatian utama kami saat ini adalah bagaimana kami dapat membantu bisnis, baik yang berskala besar mau pun kecil, mengambil peluang yang penuh arti di fase selanjutnya saat menuju pemulihan, dan kami bekerjasama dengan mitra kami untuk secara komprehensif meningkatkan proses yang ada saat ini untuk menghadapi new normal,” tambah Zhang.

Produk, Layanan & Solusi Baru untuk mendukung Upaya Globalisasi

Sebagai bagian dari poros paradigma digital baru dan guna membantu perusahaan dalam mempercepat proses transformasi digital mereka, Alibaba Cloud juga meluncurkan serangkaian solusi baru yang sudah ditingkatkan untuk new normal, beberapa di antaranya tersedia secara global untuk pertama kalinya.

Solusi baru termasuk produk dengan frekuensi tinggi, Elastic Compute Service (ECS) generasi ke-7, yang menggunakan arsitektur X-Dragon untuk mengisi tenaga aplikasi cloud dan kebutuhan hosting dengan peningkatan daya komputasi dan latensi rendah. Solusinya hampir tiga kali lipat kekuatan komputasi dari contoh sebelumnya dan memberikan pengurangan sebanyak 70% dalam latensi penyimpanan, menawarkan tingkat kinerja per dolar tertinggi di industri. Mesin virtual ECS generasi ke-7 ditenagai oleh Intel Cooper Lake Processor terbaru untuk memberikan daya komputasi yang lebih unggul.

Solusi terobosan lain yang diluncurkan selama Summit adalah ApsaraDB baru untuk PolarDB, AnalyticsDB (ADB), dan Data Lake Analytics (DLA). Teknologi cloud-native database baru ini akan memberikan skalabilitas dan keandalan yang lebih besar, terutama untuk e-commerce, contohnya pada kasus penggunaan berskala besar seperti Festival Belanja Global 11.11 Alibaba, yang mampu mengelola sampai pada puncaknya dengan 87 juta permintaan per detik yang dicapai per tahun lalu pada saat diserang secara terus-menerus oleh entitas jahat. ApsaraDB untuk PolarDB juga akan menyediakan cloud-native database pertama di dunia yang mendukung MySQL 8.0. Pada pasar digital Indonesia yang menjanjikan, PolarDB telah diterima dengan sangat baik oleh para pengguna start-ups, seperti Kopi Kenangan, Akulaku, dan Investree.

Produk dan fitur baru lainnya yang diluncurkan selama Summit meliputi:

Hologres

Pertama kali diluncurkan di China pada bulan Juni dan akan segera tersedia di Asia Tenggara dan Amerika Serikat pada bulan Juli ini, gudang data real-time data cloud-native tersebut menyediakan penyimpanan data terpadu untuk perusahaan dan layanan analisis secara real-time. Produk ini adalah Hybrid Serving Analytical Processing (HSAP) asli pertama di dunia yang memberikan informasi dan masukan bisnis secara real-time. Kemampuannya untuk mengatasi tantangan beban kerja analitik dan melayani serta memberdayakan para pemimpin bisnis untuk berinovasi dengan pengetahuan akan situasi yang lebih besar dan meningkatkan kelincahan bisnis secara keseluruhan. Hologres, Realtime Compute, dan Maxcompute membentuk gudang data cloud generasi berikutnya dari Alibaba Cloud, yang menawarkan solusi gabungan, real-time, penyajian, dan analitik bagi perusahaan untuk menyelesaikan kompleksitas yang semakin meningkat dalam arsitektur data besar.

Smart Access Gateway (SAG)

Tersedia untuk pertama kalinya di Asia Tenggara, solusi SD-WAN all-in-one mereposisi teknologi utama untuk menyelesaikan masalah jaringan di lingkungan cloud hybrid tanpa kerumitan konfigurasi dengan akses cepat dari jaringan pribadi ke semua layanan Alibaba Cloud dan tetap mematuhi kebijakan keamanan end-to-end. Perusahaan dapat menggunakan arsitektur asli cloud SAG untuk menghubungkan fasilitas dan perkantoran melalui perangkat SAG, komputer, dan perangkat seluler dengan Aplikasi SAG, dan jaringan pribadi ke Alibaba Cloud melalui SAG-vCPE. Perangkat SAG telah tersedia di Hong Kong, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Thailand, dan akan segera diluncurkan ke pasar lain.

Layanan ARMS Prometheus

Tersedia untuk pertama kalinya untuk pasar internasional, kerangka kerja open source, sistem pemantauan, dan alarm ini mengumpulkan data seri secara real-time dan mendukung berbagai grafik dan dasbor data. Layanan ini memberikan pengalaman open-source yang sepenuhnya kompatibel, mendukung PromQL, native service discovery, dan peringatan. Selain itu, juga menyelesaikan masalah dari dari native Prometheus untuk menyediakan ekspansi penyimpanan cloud yang tidak terbatas, ketersediaan tinggi dan stabilitas tinggi, dan beban konsumsi pada saat mengumpulkan Indikator yang sangat rendah.

EDAS 3.0

Tersedia untuk pertama kalinya di Hong Kong, Singapura, dan Jepang, dan merupakan produk inti dari solusi arsitektur Internet perusahaan Alibaba Cloud, EDAS 3.0 menyediakan dukungan yang ditingkatkan untuk Kubernetes dan kerangka kerja open source microservice Spring Cloud dan Dubbo.

Produk ini menggambarkan praktik terbaik dari Alibaba Cloud yakni "tiga faktor untuk memastikan keamanan produksi" -dapat diamati, greyscale, dan rollback, yang dapat membantu pengguna dalam membangun lingkungan operasi layanan mikro yang stabil dan efisien melalui cara kerja cloud- native.

Alibaba Cloud Summit pada tahun ini, The Pulse of Digitalization, diadakan secara virtual dan dipersiapkan untuk menampung ribuan peserta dari seluruh dunia. Para pemimpin bisnis terkemuka dan para ahli berbagi lebih banyak hal tentang dampak Covid-19 pada saat ini dan proyeksi di masa mendatang serta membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan bagi bisnis untuk kembali pulih dan menguntungkan pasca-pandemi, serta rencana dari Alibaba Cloud juga untuk mebagikan rencana perusahaan demi mengubah dan memperbarui lanskap ekonomi global dan regional.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top