TIPS & TRIK

Cara Perangi Hoax Ala Facebook

12 Jan 2017 Dikdok
Cara Perangi Hoax Ala Facebook

Beberapa waktu ke belakang ini, berita hoax memang dikabarkan tengah melanda dan merugikan berbagai pihak. Salah satu pihak yang dikabarkan terkena kerugian cukup besar dengan adanya penyebaran berita hoax ini adalah perusahaan sosial media terbesar, Facebook. Tak ayal banyak pihak terus melakukan berbagai usaha untuk memerangi penyebaran berita hoax tersebut. Tak mau ketinggalan, Facebook pun juga demikian.

Sebagai salah satu langkah yang dilakukan untuk memerangi penyebaran berita hoax, Facebook mencoba memberikan gambaran mengenai langkah yang sedang dikerjakan untuk mengatasi masalah berita palsu dan hoax. Melalui pembaruan di dalam blog resminya beberapa waktu lalu, Adam Mosseri selaku Vice President News Feed memaparkan cara untuk mengatasi hoax dan berita palsu di platformnya.

“Kami telah memfokuskan usaha kami pada hal yang terburuk sekali pun, dalam menghilangkan hoax yang disebarkan oleh para pembuat berita palsu untuk keuntungan mereka sendiri serta dalam berinteraksi dengan komunitas dan organisasi pihak ketiga,” jelas Mosseri melalui blog resmi tersebut.

Di dalam blog tersebut, Facebook menyebutkan bahwa dalam mengatasi berita palsu, mereka berpusat kepada empat area yang merupakan bagian dari beberapa langkah awal yang Facebook ambil untuk memperbaiki pengalaman orang-orang di Facebook.

Berikut ini merupakan empat area yang menjadi pusat perhatian Facebook:

Proses pelaporan yang lebih mudah

Guna menghambat penyebaran berita hoax yang cukup cepat, Facebook telah menyediakan tombol khusus yang digunakan untuk memberikan pelaporan berita hoax dengan sangat mudah. Jadi, jika Anda melihat sebuah berita yang terindikasi dalam berita hoax, Anda bisa melaporkan hal tersebut kepada Facebook dengan mengklik sudut kanan atas dalam sebuah postingan. Facebook akan sangat bergantung pada pengguna sebagai komunitas dalam membantu mengatasi permasalahan ini. Dan, dengan cara ini, pengguna bisa membantu Facebook mendeteksi berita palsu dengan lebih banyak lagi.

Memperingatkan Hal-hal yang Diperdebatkan

Facebook meyakini bahwa dengan menyediakan konteks yang lebih baik bisa menolong banyak orang dalam mengambil keputusan mengenai apa yang bisa mereka percayai dan apa yang dapat mereka bagikan. Facebook sendiri juga sudah memulai sebuah kerjasama dengan organisasi pihak ketiga untuk mengecek fakta dengan International Fact Checking Code of Principles di Poynter.

Facebook akan menggunakan laporan dari komunitasnya untuk mengirimkan berbagai berita ke organisasi tersebut. Jika nantinya terdapat berita yang terindikasi sebagai berita hoax, maka akan terdapat tanda dan tautan ke artikel dengan penjelasan yang benar. Artikel yang diperdebatkan akan muncul lebih sedikit di News Feed.

Tentunya, berita tersebut masih bisa dibagikan. Namun, sebelum dibagikan, Anda nantinya akan melihat tanda peringatan bahwa artikel tersebut telah diperdebatkan kebenarannya ketika Anda membagikannya.

Ketika suatu artikel ditandai, maka artikel ini tidak bisa dijadikan iklan dan dipromosikan.

Berbagi dengan Informasi yang Benar

Facebook menemukan, jika dengan membaca sebuah artikel, orang-orang jadi dibuat berkeinginan untuk membagikan artikel tersebut secara signifikan, maka mungkin ini adalah pertanda sebuah artikel telah menyesatkan orang-orang dalam beberapa hal.

Perusahaan tengah melakukan uji coba untuk menggabungkan sinyal ini ke dalam peringkat, terutama bagi artikel yang sangat berbeda dan ketika mereka yang membaca artikel tersebut akan memiliki kecenderungan yang lebih sedikit untuk membagikannya.

Memutus Insentif Finansial bagi Penyebar Berita Palsu

Menurut Facebook, terdapat banyak berita hoax yang memiliki motif finansial. Jadi, penyebar berita hoax tersebut akan menyamar sebagai organisasi media terkenal dan memuat berita hoax yang mengundang para pembaca untuk mengunjungi situs yang mereka miliki, dimana kebanyakan isi situs mereka adalah iklan.

Oleh karena itu, Facebook berusaha melakukan berbagai hal untuk mengurangi insentif finansial ini. Dalam sisi pembelian, juga telah mengeliminasi kemampuan pembelian bagi domain yang sifatnya menipu, yang akan mengurangi prevalensi dari situs-situs yang berpura-pura sebagai media yang sesungguhnya. Dalam sisi penerbit, perusahaan tengah menganalisis situs penerbit untuk mendeteksi dimana tindakan penegakan kebijakan mungkin dibutuhkan.

“Kami akan terus bekerja untuk mengatasi masalah ini selama apa pun untuk melakukan hal yang benar,” pungkasnya.

APLIKASI & GAME Terkait
SHARE Artikel
Artikel Terkait
JurnalApps Logo
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Kantor Taman E3.3 Unit C-6, 5th Floor JL. DR Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7 Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950 Indonesia

+62 21 57901762

redaksi@jurnalapps.co.id

To Top