TIPS

Tips untuk Menghindari Hoax di WhatsApp

Ayu Handayani   16 Dec 2016
Tips untuk Menghindari Hoax di WhatsApp

Pernahkah Anda mendapatkan sebuah pesan di WhatsApp, yang berbunyi seperti ini:

“Mulai besok Senin, WhatsApp akan mengenakan bayaran (biaya), karena WhatsApp sekarang sudah diakuisisi oleh Facebook. Jadi, kalau Anda memiliki kontak sekurang-kurangnya 10 org, maka kirimilah mereka pesan ini. Dengan begitu, kami akan melihat bahwa Anda adalah pengguna yang sangat membutuhkan WhatsApp ini, dan kemudian logo Anda akan menjadi biru (🔵) dan akan tetap gratis. (Seperti berita yang dimuat dalam koran hari ini). WhatsApp akan dikenakan biaya sebesar 0.01€ per pesan (message). Kirimkanlah pesan ini ke 10 orang. Apabila Anda mengirim pesan tersebut, maka warna logo Anda akan menjadi biru. Kalau tidak, setiap penggunaan WhatsApp akan dikenai biaya. Akuisisi Facebook Terhadap WhatsApp"

Namun, pesan ini rupanya adalah hoax, bahkan pihak WhatsApp sendiri sudah mengatakan bahwa pesan ini adalah hoax. Berikut adalah beberapa hoax yang seringkali beredar di WhatsApp.

WhatsApp Tidak Akan Berakhir pada Pukul 6 Sore

“Pukul 6 sore besok, pihak WhatsApp akan menutup WhatsApp. Dan, untuk membukanya, Anda harus membayarnya. Pesan ini diinformasikan ke semua pengguna, server kami sedang mengalami kepadatan, sehingga kami meminta bantuan Anda untuk mengirim pesan ini ke orang-orang yang ada di kontak Anda untuk melakukan konfirmasi pengguna aktif WhatsApp, jika Anda tidak mengirimkan pesan ini ke kontak WhatsApp Anda, mereka akan mengharuskan Anda untuk membayar. Akun Anda akan menjadi tidak aktif dan memiliki konsekuensi kehilangan seluruh kontak Anda. Pesan ini dikirimkan oleh Jim Balsamic (CEO dari WhatsApp), kami memiliki kelebihan pengguna dalam WhatsApp Messenger. Kami meminta Anda semua untuk mem-forward pesan ini ke semua kontak Anda. Jika tidak di-forward, kami akan menganggap akun Anda invalid dan akan di-delete dalam jangka waktu 48 jam ke depan. TOLONG JANGAN DIABAIKAN, atau WhatsApp tidak akan mengenali bahwa akun Anda aktif.

Jika Anda berkeinginan untuk melakukan aktivasi kembali, Anda akan dikenakan biaya 25 poundsterling pada tagihan Anda selanjutnya.

Kami juga menyadari permasalahan gambar yang tidak muncul. Kami sedang membetulkannya, dan akan kembali bekerja secepatnya. Terima kasih, dari Whatsapp Team.”

Pesan ini tentu saja tidak benar. Jika Anda tidak yakin, cobalah pikir. Apakah mengirimkan pesan ke semua orang akan membantu menyelesaikan kepadatan pengguna? Karena, WhatsApp berdasarkan nomer, dan bukan berdasarkan username.

WhatsApp Gold - WhatsApp Premium

Jika Anda pernah mendapatkan pesan, yang berbunyi seperti ini:

“Hai, WhatsApp Gold sedang bocor, versi ini banyak digunakan oleh selebriti internasional dan sekarang kita bisa menggunakannya juga”

Menurut pesan tersebut, dalam WhatsApp Gold, Anda dapat menghapus pesan setelah mengirimnya dan dapat mengirimkan sebanyak 100 gambar dalam satu waktu. Sayangnya, pesan ini hanyalah hoax, karena ketika Anda membuka link yang diberikan Anda bakal terjangkit infeksi malware pada smartphone Anda.

WhatsApp Virus - Bagaimana Cara Menghindari Virus WhatsApp

Hoax yang beredar lainnya adalah Anda mendapatkan e-mail pada dari WhatsApp melalui Android atau iPhone Anda. Pesan tersebut menjelaskan bahwa Anda melewatkan Whatsapp Call atau Whatsapp Voice Message, dan Anda harus meng-klik link email tersebut. Bukannya mendapatkan pesan, Anda mungkin malah akan mendapatkan virus.

Mohon agar Anda jangan terjebak, WhatsApp tidak akan menghubungi Anda di luar aplikasi WhatsApp itu sendiri. Jadi, jika Anda mendapatkan pesan ini, jangan klik link yang diberikan dan segera hapus pesannya.

Pesan Berantai Hoax

Pesan yang banyak didapatkan bakal berbunyi seperti ini:

"WhatsApp kelebihan pengguna dan Anda harus membayar 25 poundsterling. Pesan ini dikirimkan oleh Jim Balsami (CEO dari WhatsApp)."

Hal ini jelas hoax, karena WhatsApp sepenuhnya adalah GRATIS.

Seperti yang disebutkan dalam blog resmi WhatsApp, WhatsApp tidak lagi mengharuskan penggunanya untuk membayar. Selama beberapa tahun, mereka meminta orang-orang untuk membayar WhatsApp setelah setahun. Namun ternyata, WhatsApp menemukan bahwa cara tersebut tidak berhasil. Kebanyakan pengguna WhatsApp tidak memiliki kartu debit atau pun kartu kredit, dan mereka takut jika mereka akan kehilangan akses pada WhatsApp dan keluarganya setelah tahun pertama.

Jadi, setelah beberapa minggu, mereka menghapus biaya yang dibebankan dan WhatsApp tidak akan membuat Anda membayar untuk menggunakan aplikasi ini.

Artikel Terkait
KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top