REVIEW

Gladiator Rising, Sebuah Roguelike dengan Cita Rasa Berbeda

Andy Chan   03 Jan 2018
Gladiator Rising, Sebuah Roguelike dengan Cita Rasa Berbeda

Bagi penggemar game bertipe roguelike, tentunya telah mengetahui beberapa ciri khas dari game tersebut. Sebut saja, random dungeon, kebutuhan akan makan, musuh yang brutal, tingkat kesulitan yang tinggi, kematian yang permanen, dan masih banyak lagi. Nah, ada sebuah game bertipe Roguelike yang kali ini memiliki cita rasa berbeda buatan Happii Gamer Studio, yang berjudul Gladiator Rising.

Dikisahkan pada tahun 52 BC, di sebuah daratan yang nun jauh di sana, seorang gladiator (Anda) dijanjikan kebebasan dari arena gladiator. Namun, dia hanya akan mendapatkan kebebasan tersebut apabila dia bisa bertarung dengan baik. Itulah kisah dari Gladiator Rising, yang mana pemain tidaklah akan menjelajahi sebuah dungeon, namun akan berperan sebagai seorang gladiator dalam sebuah kandang gladiator Romawi, dimana dia harus bertarung melawan sederetan gladiator dan berusaha untuk menghabisi mereka sebelum sampai tewas terbunuh dalam pertarungan brutal tersebut.

Mula-mula, pemain bakal disuguhkan sebuah menu untuk menciptakan karakter mereka, lengkap dengan beberapa macam kustomisasi. Mulai dari warna kulit, jenggot, rambut, warna rambut, dan warna mata. Nama dari sang gladiator pun bisa dikustomisasi dengan bebas, apakah mau memiliki nama Killamaster atau pun Cownose, yang penting tidak lebih dari 10 huruf. Setelah kustomisasi selesai untuk dilakukan, maka pemain bisa memilih satu di antara tiga class yang tersedia, yaitu Rogue, Warrior, dan Mage.

Class Rogue seperti biasanya akan membuat pemain bergerak dengan cepat ala ninja dan bisa menghindari serangan lawan dengan mudah. Class Warrior adalah kelas yang kuat, dimana dia memiliki tameng dan mempunyai teriakan yang bisa menjatuhkan lawan, sementara Class Mage merupakan kelas yang bisa menggunakan sihir dengan handal. Setelah memilih class, pemain bisa mengkustomisasi keempat stats yang dimiliki olehnya, yakni Strength, Agility, Intellect, dan Luck. Setiap naik level, pemain bisa menambahkan nilai dari stats tersebut. Pemain juga akan berkesempatan untuk memilih kemampuan khususnya.

Pemain akan memulai game Gladiator Rising tanpa ada barang sedikit pun di dalam inventory, kecuali satu benda yakni Crucifix of Revival yang bakal memberikan satu buah nyawa kepadanya. Untungnya, pemain memiliki sejumlah uang untuk dihabiskan guna membeli equipment di toko.

Pertarungan dalam Gladiator Rising dilakukan secara sekuensial, dimana pemain harus mengalahkan Gladiator yang disediakan secara satu demi satu. Pertarungannya sendiri dimainkan secara turn-based, pemain bakal memilih langkah apa yang akan dilakukan secara bergantian dengan lawan. Setiap serangan dan aksi tersebut membutuhkan stamina, sementara ada beberapa aksi yang membutuhkan mana. Untuk memulihkan stamina dan mana, terdapat aksi bertahan serta tidur. Pemain juga bisa menggunakan item untuk melakukan healing dan hal-hal lain, termasuk melempar bom kepada lawan. Pertarungan akan terus berlanjut sampai salah satu kehabisan darah dan mati, atau pemain kabur dari pertarungan. Setiap mengalahkan lawan, pemain akan mendapatkan loot secara acak, yang mungkin berguna untuk pertarungan berikutnya.

Tantangan dari game ini untuk pemain adalah maju menghabisi lawan yang disediakan secara satu demi satu. Seberapa jauhkah Anda bisa bertarung sebelum akhirnya kalah dan dimasukkan ke dalam kuburan? Ya, setelah Gladiator Anda tewas dalam pertarungan, maka karakter tersebut pun akan dihapus secara permanen, dan pemain harus mengulang lagi dari awal, persis seperti Roguelike lainnya.

Memang secara grafis, Gladiator Rising mungkin tidak akan terlalu menarik, karena tampilannya yang sederhana dengan menggunakan karakter 2D yang cebol dan minim animasi. Bayangkan, untuk menyerang saja tidak ada animasi yang sesuai, hanya karakternya saja yang digoyang-goyangkan ke kiri dan kanan sambil digerakkan ke arah lawan hingga kemudian ada efek bacokan. Tapi, yang menarik, arena pertarungannya dipenuhi dengan para penonton yang suka memberikan komentar-komentar kocak, seperti "Saya tidak bisa melihat apa-apa, karena tertutup oleh antar muka game-nya."

Gladiator Rising sendiri merupakan sebuah game free-to-play yang tidak membutuhkan koneksi Internet untuk dimainkan, tidak ada sistem stamina mau pun mikrotransaksi. Yang ada, hanyalah sebuah sistem donasi dimana pemain bisa memberikan sejumlah uang kepada pengembang game-nya untuk menghilangkan iklan yang sebenarnya tidak terlalu mengganggu. Anda bisa menyumbangkan sebesar Rp. 14.000, Rp. 41.000, atau Rp. 139.000, dimana tidak ada beda sama sekali di antara ketiga jenis sumbangan tersebut.

Secara keseluruhan, Gladiator Rising memang bukanlah sebuah game yang cocok untuk kalangan umum gamers. Hanya mereka yang menggemari tema Gladiator dan suka dengan Roguelike saja, yang bisa menikmati game ini. Bagi kalian yang masih ragu atau pun merasa penasaran dengan game ini, rasanya dengan ukuran yang cukup mungil –hanya 63 MB saja– bakal tidak ada salahnya untuk mencoba Gladiator Rising sejenak. Siapa tahu, malah judul ini yang akan bisa menjadi game favorit kalian, bukan?

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top