REVIEW

Game Dev Tycoon, Saatnya Membuat Game Keren

Anduril   27 Dec 2017
Game Dev Tycoon, Saatnya Membuat Game Keren

Di zaman dahulu, di tahun 2012, Brothers Klug merilis sebuah game yang berjudul Game Dev Tycoon. Game ini mengandung sebuah kutukan yang membuat para pembajak jadi bersumpah-serapah. Game versi bajakan dari Game Dev Tycoon memang bisa dimainkan layaknya game biasa, tetapi game yang dibuat lama-kelamaan akan dibajak dan pemain akan mendapatkan pesan, “Boss, it seems that while many players play our new game, they steal it by downloading a cracked version rather than buying it legally. If players don’t buy the games they like, we will sooner or later go bankrupt.”

Melalui kutukan tersebut, para pembajak tengik pun jadi mendapatkan pelajaran. Bagaimana perusahaan yang mereka bangun jadi hancur berkeping-keping hanya dikarenakan pembajakan. Sudah sampai begini saja, masih ada pembajak bodoh yang bertanya, “Mengapa saya bangkrut?” atau “Adakah cara untuk membuat DRM di game ini?”

Akhirnya, para pembajak pun mengetahui kutukan tersebut dan membiarkan para pembuat game menjalani hidup dengan bahagia dan sejahtera. Sebetulnya, tidak juga, sih. Tapi, siapa yang tidak suka dengan akhir kisah yang bahagia?

Game Dev Tycoon adalah judul simulasi bisnis yang sangat baik yang terbukti sangat adiktif, dengan memberikan berbagai fitur dan peluang penelitian dengan kecepatan yang tepat. Siapa pun yang cukup kuno untuk mengingat sejarah industri videogame akan senang dengan kenyataan bahwa game ini pun bisa mengikuti inovasi dan tren zaman.

Ya, namanya mungkin sedikit berbeda, tapi tidak membutuhkan kejeniusan tersendiri untuk mencari inspirasi asal dari sebuah konsol yang bernama seperti TES Ninvento. Begitulah, kegembiraan sebenarnya mungkin akan berasal dari penggunaan imajinasi kalian untuk memvisualisasikan sebuah permainan dan kemudian memilih tema, genre, dan platform yang saling melengkapi.

Perusahaan kami memulainya dari sebuah garasi pada era '80-an. Dengan sedikit uang, tanpa staff tambahan dan dengan bahasa pemrograman yang terbatas, hal yang paling baik untuk dilakukan tampaknya adalah membuat game yang terbilang pasti-pasti saja. Dari situ, kami pun mencoba untuk membuat game petualangan dengan grafis yang lumayan keren tapi hanya dengan berdasarkan teks.

Game pertama yang kami buat ini dioptimalkan di PC, dan kami sangat terfokus untuk mengerjakan berbagai elemen, seperti cerita dan sound effect. Hasilnya, game kami memiliki sedikit bug sehingga harus masuk ke cycle ketiga. Pada cycle tersebut, kami terfokus untuk memperbaiki bug dan mengoptimalkan gameplay sampai game ini pada akhirnya siap untuk dirilis.

Sayangnya, pada waktu perilisannya, para jurnalis game menilai game kami hanya berada di kisaran nilai 7/10 dengan kalimat review: Enjoyable. Pada akhirnya, game tersebut hanya mampu duduk di posisi 20 besar penjualan terbaik dan jauh dari perkiraan sebelumnya. Untunglah, game tersebut masih mampu untuk mendatangkan keuntungan sehingga kami pada akhirnya bisa kembali mencoba untuk membuat game lain.

Setelah berkembang selama bertahun-tahun, kami mendapatkan berbagai tambahan kemampuan, seperti misalnya engine baru yang lebih bagus, grafis yang lebih oke, dan lain sebagainya. Hebatnya lagi, kami akhirnya memiliki kantor dan staff sendiri. Pada akhirnya, kami memimpikan untuk membuat konsol sendiri dengan desain yang kami inginkan.

Kami menemukan semuanya jadi sangat adiktif sehingga tahun-tahun pun berlalu. Tidak pernah ada saat-saat yang membosankan, ditambah lagi dengan game ini memiliki gameplay yang menawan. Sayangnya, life cycle dari konsol yang muncul di game ini hanyalah mencapai 35 tahun. Di luar tahun tersebut, tidak akan ada konsol baru yang bisa kalian buatkan gamenya, dan itu mengartikan bahwa game ini telah kehilangan dinamikanya. Untunglah, kalian bisa memulai sebuah perusahaan baru dan mencoba melakukan pendekatan yang berbeda sambil berharap-harap cemas bahwa kalian bakal berhasil membuat sebuah game AAA sedari awal proses pembuatan.

Bagi kalian yang telah memainkan Kairosoft's Game Dev Story, maka game ini akan jadi terasa sangat familiar. Gantilah grafis di sini dengan seni pixel milik Kairosoft, maka kedua permainan tersebut akan jadi sulit untuk dibedakan. Tapi, Game Dev Tycoon memiliki lebih banyak penawaran, baik dari segi kedalaman mau pun kesempatan untuk bereksperimen dengan pendekatan yang berbeda.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top