REVIEW

Kung Fury: Street Rage, Saat Nostalgia Bertemu dengan Gawai Pintar

by Anduril | 16 Oct 2017
Kung Fury: Street Rage, Saat Nostalgia Bertemu dengan Gawai Pintar

Kita semua suka sedikit nostalgia, bukan? Baru di akhir pekan lalu, kami memutuskan untuk kembali ke masa muda dengan menyalakan Nintendo Gameboy yang sudah lama tergeletak di dalam lemari. Demi apa? Demi melihat kalau mesin tersebut masih menyala dan mengenang betapa bodohnya kami mencari Mew di Pokemon Red and Blue.

Untuk beberapa orang lainnya, kembali ke masa muda mereka bakal melibatkan koin recehan dan perjalanan di bawah panas matahari menuju ke arcade lokal mereka. Semua demi menghabiskan sebagian besar uang saku mereka di mesin Sega atau Namco mana pun di tempat tersebut. Kebetulan, di dekat kami, bioskop dengan mesin arcade sudah punah, begitu pun tempat-tempat bermain yang memiliki mesin-mesin arcade klasik sudah tergantikan dengan mesin-mesin arcade berhadiah tiket.

Demi mengulangi pengalaman tersebut, Kung Fury: Street Rage pun dirancang. Game ini merupakan sebuah tie-in dari film indie pendek berdurasi 30 menit dengan judul Kung Fury yang digarap oleh David Sandburg dan dibintangi oleh David Hasselhoff. Ini adalah sebuah film yang dengan tanpa malu-malu meniru musik, film, dan budaya populer yang beredar luas pada tahun 1980-an dan menjadikan Rage-esque sebagai nafas utamanya.

Halo There bekerja ekstra dengan Kung Fury: Street Rage, karena permainan ini tidak hanya mengadopsi grafis piksel zaman dulu, tapi juga menampilkannya di layar TV yang melengkung lengkap dengan papan skor bergulir dan animasi pengantar yang bisa diulang dengan sempurna. Benar-benar seperti bermain game-game arcade zaman dulu. Ini adalah sesuatu yang lucu kalau dilihat dari luar, karena game ini sejatinya kami jalankan pada sebuah perangkat iPad yang canggih.

Karena menggunakan konsep retro, game ini menggunakan berbagai hal yang sederhana. Hanya ada dua action yang bisa dilakukan selama bermain, yaitu menyerang ke kiri atau ke kanan. Masing-masingnya dilakukan dengan cara melakukan tap pada sisi layar. Musuh akan datang secara massal dari segala arah, dan tugasmu adalah bertahan selama mungkin.

Kematian dalam game ini juga tidak aneh. Terpukul, dan kalian pun kehilangan nyawa. Terpukul tiga kali, dan kalian pun akan mati. Oleh karena itu, jangan pernah salah dalam menyerang agar kalian tidak sampai kena dikeroyok. Skor juga akan mendapatkan multiplier selama serangan kalian mengenai musuh. Setiap kali kalian sampai miss maka multiplier tersebut akan turun kembali. Jadi, jangan pernah miss, sebab tujuan utama kalian adalah mengumpulkan nilai setinggi mungkin.

Secara garis besar, game ini tidak memiliki depth apa pun kecuali sebuah permainan super cepat yang bisa kalian mainkan secara berulang-ulang, terutama di perjalanan pulang saat menunggu di dalam bus atau angkutan umum lainnya.

Akibatnya, selama kalian tidak mengharapkan Kung Fury: Street Rage untuk mengubah dunia, apa yang ditawarkan di sini adalah sebuah kenangan menyenangkan tanpa biaya sedikit pun. Atas dasar itu saja, game ini jelas layak untuk diunduh apalagi kalau menyukai nyanyian David Hasselhoff di filmnya.

APLIKASI & GAME Terkait
KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
ARTIKEL Terkini
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top