REVIEW

Jadilah Pengemis Terkaya di Dunia dalam Virtual Beggar

by Andy Chan | 29 Aug 2017
Jadilah Pengemis Terkaya di Dunia dalam Virtual Beggar

Istilah gembel, gelandangan, pengemis, atau pun tuna wisma, biasanya sinonim dengan kemiskinan. Namun, ternyata juga ada pengemis yang sebenarnya bukanlah orang miskin. Mereka hanyalah menganggap profesi sebagai pengemis tersebut lebih menarik dan mudah jika dibandingkan dengan kerja keras banting tulang. Itulah tema yang diangkat oleh game karya Treetop Crew, yang berjudul Virtual Beggar ini.

Pada awalnya, pemain memang berperan sebagai seorang pengemis yang benar-benar miskin dan tidak mempunyai apa-apa. Cara bermainnya pun cukup mudah, hanya perlu melakukan tap pada layar saja untuk memberikan uang kepada sang pengemis. Semakin cepat bagi pemain untuk melakukan tap pada layar, maka semakin banyak pula uang yang bakal didapatkan oleh sang pengemis. Ya, inti dari game Virtual Beggar ini memanglah sebuah game clicker.

Namun, proses melalukan klik tersebut akan segera berhenti, karena pemain bakal bisa membeli berbagai macam upgrade yang menghibahkan sejumlah uang kepada sang pengemis untuk setiap menitnya. Tidak perlu lagi yang namanya melakukan tap pada layar, bahkan pemain bisa menutup game ini dan sang pengemis pun akan tetap mendapatkan uang secara terus-menerus.

Setelah terkumpul uang dalam jumlah yang cukup (malah tidak perlu banyak-banyak), sang pengemis pun akan bisa membuka sebuah perusahaan yang diberi nama Change Inc. Pemain tinggal menyewa para pekerja saja, dan mereka pun akan bisa diberikan pekerjaan untuk mempekerjakan karyawan lainnya dan menghasilkan uang. Perusahaan ini pada awalnya hanyalah bisa menerima sebanyak tiga pekerja saja, namun bisa terus di-upgrade dan menerima pekerja dalam jumlah yang lebih banyak lagi untuk menghasilkan uang yang lebih cepat. Para pekerja ini bisa ditinggal tanpa diawasi, termasuk ketika game-nya sedang tidak dinyalakan. Apabila pekerjaan sudah selesai dan mereka sudah menganggur lagi, maka Virtual Beggar akan memberikan notifikasi agar pemain bisa membuka game-nya kembali dan melanjutkan pekerjaan.

Semakin tinggi level yang dicapai sang pengemis, maka dia pun akan bisa untuk berpindah lokasi mengemis yang tentunya memberikan uang dalam jumlah yang lebih banyak. Selain itu, terkadang di jalan akan ada orang-orang yang bermurah hati untuk memberikan uang dalam jumlah lebih banyak. Bahkan, sesekali akan ada mobil orang tajir yang lewat dan membuang sekantong uang untuk dipungut oleh sang pengemis.

Uniknya, sang pengemis bisa membeli sebuah tempat tinggal yang bisa dikustomisasikan hingga sesuai dengan keinginan. Apakah ingin mobil yang mewah, sofa yang empuk, bahkan bisa membeli mobil untuk dibawa berjalan-jalan. Selain itu, penampilan sang pengemis pun bisa diubah. Misalnya, mengganti bajunya, celananya, memakai kacamata hitam, dan sebagainya, dimana profesi yang dijalaninya tetaplah sebagai seorang pengemis, meski pun mungkin jadinya adalah pengemis yang eksentrik. Sang pengemis juga bisa ditemani oleh seekor binatang piaraan, seperti kucing, anjing, kelinci, dan lainnya.

Ada dua jenis mata uang di dalam Virtual Beggar. Yang pertama adalah koin yang didapatkan dengan mengemis, sementara yang kedua bernama Virtual Card. Kegunaan dari Virtual Card ini bermacam-macam. Bisa digunakan untuk mempercepat waktu kerja, bisa juga untuk membeli koin. Asyiknya, ada beberapa mini game di dalam Virtual Beggar untuk mendapatkan uang. Di antaranya adalah permainan Pong, permainan Wheel of Fortune, serta Scratch Card.

Sayangnya, Virtual Beggar tampil dengan grafis yang benar-benar retro, persis seperti game-game PC di jaman tahun '80-an dengan tipe gambar yang blocky dan kurang warna ala kartu grafis CGA. Boleh dibilang, warna-warna yang digunakan oleh game ini tidaklah enak dilihat. Meski pun begitu, game-nya dianimasikan dengan cukup baik. Dan, paling tidak, koin-koin yang ada masihlah ditampilkan seperti koin, bukan kotak.

Virtual Beggar merupakan sebuah game free-to-play yang tidak membutuhkan koneksi Internet. Game-nya juga bebas dari iklan, kecuali memang ada beberapa hal yang meminta pemain untuk menonton video iklan, seperti melakukan skip karyawan yang tidur, atau pun skip pekerjaan. Mikrotransaksi hanyalah berlaku untuk pembelian Virtual Card dan koin saja.

Rasanya, tema pengemis virtual ini kurang cocok dengan inti game-nya. Karena, pemain akan lebih banyak disibukkkan dengan mengurusi karyawan-karyawan di perusahaan miliknya. Ditambah dengan grafis yang kurang enak untuk dilihat, game ini memang tidak untuk semua orang. Hanya kalangan tertentu saja yang bisa menikmati grafis retro dari Virtual Beggar. Namun, jika Anda memang ingin melihat bagaimana seseorang dari yang bukan siapa-siapa kemudian beranjak menjadi pengusaha terkaya yang kehidupan sehari-harinya tetaplah mengemis di jalanan, maka inilah game untuk Anda.

APLIKASI & GAME Terkait
KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
ARTIKEL Terkini
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top