TIPS

3 Kesalahan dalam Membuat Password

by Dikdok | 23 Jan 2017
3 Kesalahan dalam Membuat Password

Sebuah penelitian yang dilakukan Kapersky Lab menunjukkan sebuah hasil yang cukup mengejutkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya itu, mereka menyebutkan bahwa para pengguna internet di seluruh dunia ternyata masih belum memahami bagaimana menggunakan password secara efektif guna melindungi diri saat melakukan aktivitas online.

Melalui penelitian tersebut, Kaperksy Lab menemukan tiga kesalahan umum dari sebuah password yang menyebabkan terganggunya keamanan sejumlah besar pengguna saat berselancar di dunia maya:

  1. Menggunakan password yang sama untuk beberapa akun. Ini berarti jika salah satu password tersebut berhasil diretas, maka akun lainnya juga dapat dengan mudah diretas.
  2. Menggunakan password yang lemah sehingga mudah untuk diretas.
  3. Menyimpan password secara tidak aman, sehingga menyia-nyiakan pentingnya memiliki password, bahkan yang kuat sekali pun.

"Mengingat begitu banyaknya informasi pribadi dan sensitif yang kita simpan secara online saat ini, maka pengguna harus mengambil langkah keamanan yang lebih baik lagi, berupa proteksi password yang efektif, untuk melindungi diri mereka," tutur Head of Consumer Business, Andrei Mochola, pada pekan lalu.

"Sayangnya, banyak pengguna yang tidak menyadari bahwa mereka selalu jatuh ke dalam perangkap pembuatan manajemen password ‘sederhana’ yang salah. Kesalahan-kesalahan ini, pada gilirannya, seperti meninggalkan pintu depan menuju e-mail, rekening bank, file pribadi, dan lainnya terbuka lebar bagi penjahat cyber," lanjutnya.

Hasil Penelitian Lain

Selanjutnya, hasil penelitian lain menunjukkan bahwa sekitar 18 persen pengguna internet di dunia tengah menghadapi upaya peretasan akun, namun hanya sedikit yang menerapkan keamanan berupa password yang aman.

Contohnya saja, hanya sekitar 30 persen pengguna internet yang membuat password yang berbeda pada setiap akun online yang dimilikinya. Selain itu, 1 dari 10 pengguna masih menggunakan password yang sama untuk semua akun online mereka. Apabila password tersebut diretas, maka setiap akun lain milik mereka juga berisiko akan diretas.

Pengguna juga tidak menciptakan password yang cukup kuat untuk bisa melindungi diri mereka dari peretasan. Tercatat hanya sekitar 47 persen pengguna yang menggunakan kombinasi huruf besar dan huruf kecil pada password mereka. Selain itu, 64 persen lainnya hanya menggunakan campuran huruf dan angka. Ini terlepas dari fakta bahwa pengguna betul-betul menyadari bahwa perbankan online (51 persen), e-mail (39 persen), dan akun belanja online (37 persen) mereka memang membutuhkan password yang kuat.

Yang lebih buruk lagi, melalui penelitian ini juga diungkapkan bahwa pengguna ternyata membagikan password yang mereka miliki kepada orang lain dan menggunakan metode tidak aman untuk mengingatnya.

Hampir 28 persen telah berbagi password dengan anggota keluarga terdekat, dan 11 persen sudah berbagi password dengan teman-teman mereka, sehingga memungkinkan password secara tidak sengaja akan bocor.

Selanjutnya, sekitar 22 persen pengguna juga mengaku menulis password mereka di notepad untuk membantu mengingatnya. Perilaku ini tentunya membuat pengguna rentan karena orang lain dapat dengan mudah untuk melihat dan menggunakannya.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
ARTIKEL Terkini
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top